HUT Sumedang ke 441 Hidupkan Kembali Budaya Leluhur

116

BISNIS BANDUNG – Dalam rangkaian kegiatan menyambut hari jadi Sumedang ke – 441, Karaton Sumedang Larang , Minggu (21/4/19) menggelar helaran  Seni dan Budaya Kasumedangan bertajuk Kirab Mahkota dan Panji Sumedang Larang di Alun Alun Sumedang .
Dalam kegiatan ini, sejumlah tokoh adat Sumedang  menyusuri jejak langkah para leluhur Sumedang dengan mengarak panji-panji kebesaran dan mahkota peninggalan Kerajaan Padjajaran yang pada waktu itu diserahkan kepada Kerajaan Sumedang Larang yang diterima Prabu Geusan Ulun. Ketua Panitia Hari Jadi Sumedang (HJS), Herman Suryatman mengatakan, pihaknya  mengapresiasi kegiatan tersebut, pada  era globalisasi dan digitalisasi  kehadiran budaya leluhur, terutama budaya Kasumedangan harus terus dilestarikan dari generasi ke generasi.
“Makna dari kegiatan hari ini adalah bagian pembelajaran dari masa lalu, mengkaji hari ini untuk menjemput masa depan. Jadi kita ambil spirit para leluhur kita Insun medal, Insun medangan yang mengandung arti, aku lahir untuk memberikan penerangan demi mewujudkan Sumedang Simpati,” ujar Herman kepada  awak media di area kegiatan.
Dikatakan Herman, spirit budaya untuk menghidupkan kembali tradisi leluhur dan identitas diri Sumedang harus terus digelorakan bertepatan  dengan momentum hari jadi Sumedang dan diharapkan berdampak langsung pada sanubari masyarakat Sumedang.
“Mudah-mudahan masyarakat Sumedang hari ini, mulai dari birokrat, pengusaha hingga semua komponen masyarakat  untuk bersama-sama mengibarkan kembali filosofis Sumedang. Kalau saja nilai filosofis Insun medal, Insun medangan menggelora di dada masyarakat Sumedang, berbagai macam tantangan pasti akan mudah dihadapi,” ucapnya.
Pada kesempatan itu Camat Sumedang Utara, Dikdik Syeh Rizki yang  mendapat amanah untuk menerima kedatangan rombongan Kirab Panji dan Helaran Mahkota Binokasih yang datang dari dua titik berbeda  tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangga, sebab Sumedang Utara kembali menjadi salah satu kecamatan yang dilalui oleh rombongan dari Keraton Sumedang Larang. Terlebih letak geografis Sumedang Utara menjadi salah satu lintasan napak tilas sejarah Sumedang pada masa lampau.
“Saya bersyukur, juga mengucapkan banyak terima kasih, di wilayah Sumedang Utara  masih banyak  bangunan  warisan sejarah leluhur Sumedang. Sehingga setiap  kegiatan yang menyangkut hari jadi Sumedang , Sumedang Utara  menjadirupakan ikon event-event seni dan budaya Kasumedangan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu duta Karaton Sumedang Larang, N.R Rulany Indra Grafika Rusadi Wirahaditenaya menjelaskan,  helaran seni dan budaya  merupakan sebuah kegiatan yang mempunyai nilai momentum luhur. Sebab menurutnya, jika dikaitkan dengan rangkaian hari jadi Kabupaten Sumedang yang ke – 441, akan mengingat  sebuah momentum ketika diserahkannya Mahkota Binokasih dari kerjaan Padjajaran ke kerajaan Sumedang Larang.
“Acara ini sudah turun-temurun menjadi sebuah budaya masyarakat Sumedang, disini banyak unsur-unsur budaya. Sehingga  patut kita jaga terus agar dapat meningkatkan rasa cinta kita terhadap budaya Sumedang, terutama untuk generasi muda,” tutur wanita yang akrab disapa Bunda Ully.
Bunda Ully mengajak  segenap masyarakat  Sumedang, khususnya pada momentum hari jadi Sumedang ke – 441 , agar mendukung Sumedang menjadi ikon budaya Sunda di Jawa Barat. Terlebih saat ini dirinya dipercaya sebagai Ketua Presidium Majelis Cendekiawan Keraton Nusantara Padjajaran Wilayah Jabar, merasa berkewajiban untuk mendukung budaya di tatar Sunda supaya lebih gebyar lagi.
“Saya berharap momentum ini dijadikan dasar  untuk  melanjutkan pembangunan Sumedang yang lebih baik. Mudah-mudahan lewat kegiatan ini Sumedang  menjadi puseur budaya Sunda yang bisa memenuhi kebutuhan dan tuntunan masyarakat Sumedang secara keseluruhan,” pungkasnya.
Pagelaran Kirab Panji dan Helaran Keraton Sumedang Larang tersebut dibagi menjadi  dua  rombongan yang masing-masing  melewati beberapa titik . Pertama Kirab Panji, diawali dari wilayah Kecamatan Darmaraja, Cisitu, Ganeas, dan Sumedang Utara. Kirab Mahkota dan Siger, diawali dari Desa Padasuka, Situs Hanjuang Kutamaya, Islamic Center, BNI 46, sampai Kecamatan Sumedang Utara yang menjadi titik temu  rombongan KIrab Panji dan Helaran Keratong Sumedang Larang sebelum melanjutkan kirab ke Gedung Srimanganti (Museum Prabu Geusan Ulun).
Pada kegiatan ini , hadir artis pituin Sumedang, Paramitha Rusady, sebagai Duta Karaton Sumedang Larang yang menaiki Kereta Naga Paksi. Selain kehadiran Sultan dari Palembang dan raja-raja dari daerah lain serta dari Kedutaan Perancis dan perwakilan UNESCO , ditambah rombongan  Bikers Brotherhood . (E-010) ***