Jembatan Cinta Bambu Hitam Dibangun Di atas Hamparan Persawahan

195

            Masih menyambangi wilayah Kabupaten Purbalingga yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyumas. Kabupaten Purbalingga, selain memiliki banyak destinasi wisata menarik salah satunya yang Mandawangi kunjungi adalah Jembatan Cinta. Jembatan Cinta Pring Wulung, sejak kehadirannya langsung menyedot perhatian kalangan anak muda . Jembatan yang terbuat dari bambu pring wulung sudah menyedot pengunjung sejak pertama kali ”dipasarkan”. Menuju  Jembatan Cinta yang berada di wilayah Desa Panusupan, Kecamatan Rembang menggunakan kendaraan pribadi, membutuhkan waktu perjalanan sekitar 55 menit dari Purbalingga Kota.  Desa Panusupan, dikenal sebagai penghasil pring wulung (bambu hitam) di Purbalingga yang banyak dimanfaatkan warga desa untuk membuat berbagai kerajinan tangan , seperti kursi , kipas sampai bangunan rumah, bale-bale , gazebo dan lainnya.             Jembatan Cinta Pring Wulung yang dibuka pada 17 Febuari 2016 dan  ramai dikunjungi wisatawan , sesuai namanya “Jembatan Cinta” berbentuk menyerupai hati yang  terbuat dari rangkaian bambu wulung yang kokoh berdiri di atas hamparan persawahan. Rimbunnya tanaman dan aliran air yang berada di sekitarnya memberi andil dalam mempercantik panorama jembatan. Tiket masuk ke Jembatan Cinta Rp 5.000 , ditambah parkir motor Rp 2.000, mobil Rp 5.000. Jembatan Cinta  dibangun sebagai sarana pariwisata yang dilakukan pemerintah daerah Purbalingga dalam menambah dan mengembangkan potensi pariwisata di daerahnya.  Selain sebagai tempat foto selfie favorit, pada obyek ini pengunjung  Jembatan Cinta juga bisa memanfaatkan paket wisata edukasi pertanian yang ditawarkan pengelola. Dalam paket ini, pengunjung diajak untuk bercocok tanam padi dan jagung serta proses menanam maupun memanen padi dan jagung.

            Objek wisata ini dinamakan Jembatan Cinta Pring Wulung karena memiliki bentuk yang menyerupai hati (love) yang terbuat dari bambu pring wulung. Selain sebagai obyek liburan dan berswafoto ,  pengunjung yang datang ke objek wisata  bukannya tanpa alasan, yakni ingin “membeli” suasana di area Jembatan Cinta . Sesuai dengan namanya, Jembatan Cinta  tidak berada di atas danau atau sungai, melainkan di tengah-tengah persawahan, hal ini menjadi salah satu daya tariknya. Sebagian besar pengunjung mengeluarkan kamera di setiap spot unik yang tersedia. Beragam tulisan unik seperti Cari Jodoh, Semoga Kita Jodoh, Kalau udah Jomblo, Kabari! Para pelancong selain didominasi oleh muda mudi , banyak juga rombongan anggota keluarga .Pengunjung yang datang dari berbagai daerah, datang pada akhir pekan dan dan musim liburan panjang. Mereka menghabiskan rasa penasaran melihat Jembatan Cinta dengan spot- spot foto cantik yang bertebaran di sosial media. Rasa penasaran  terobati setelah menikmati keindahan yang sebelumnya mereka  lihat di media sosial. (E-001) ***