Tisna Sanjaya Sudah Disepakati

54

Budayawan sekaligus seniman Tisna Sanjaya dan tokoh Sunda Roedy Wiranatakusumah  memberikan pandangannya terkait Pemilu 2019 dalam dialog sekaligus Press Conference, di Kedai Nyonya Rumah , Jalan Trunojoyo Bandung. Pada acara ini , hadir  Ustadz M.Yajid Kalam.Saat sesi Press Conference bertajuk, “NKRI vs Khilafah”, Tisna Sanjaya mengatakan, sejak Indonesia terbentuk, negara Indonesia disepakati berasaskan Pancasila, “‎Ketika fenomena khilafah dimunculkan, saya berpendapat, Indonesia sudah tidak bisa lagi diubah dengan cara apapun, baik melalui khilafah atau ideologi lain,” ujar Tisna, akhir pekan lalu.

“Pancasila sudah mengakomodir semua hal yang ada di Indonesia. Sebut saja, keanekaragaman budaya, agama, suku, hingga etnis,” ungkap Tisna Sanjaya.

Dikemukakan Tisna Sanjaya , siapapun yang terpilih pada Pilpres 2019,  Pancasila tidak boleh diganggu gugat lagi karena sudah disepakati bersama oleh bangsa Indonesia,”tambah Tisna pungkasnya.

Sedangkan tokoh Sunda Roedy Wiranatakusumah kepada para awak media mengatakan, kondisi budaya dan pola pikir masyarakat saat ini seperti  telah di arahkan pada hal-hal yang bisa merubah bahkan mengganti budaya.

“Ada fenomena di mana agama Islam saat ini seolah menjadi satu paket dengan budaya Arab termasuk dalam hal pemerintahan,” ungkap Roedy Wiranatakusumah.

“Padahal setiap bangsa memiliki budaya yang bisa di interpretasikan dalam agama tanpa harus mengikuti budayanya,” tutur Roedy .

Roedy Wiranatakusumah menambahkan, munculnya isu khilafah di tengah momen politik menjadi semacam pengingat bagi bangsa Indonesia untuk kembali memperkuat Pancasila.

(E-011)***