Tradisi Tahunan, Sembako Naik

34

BERITA  membosankan jika harga bahan sembako dilaporkan melonjak  jelang Ramadan dan Lebaran nanti.  Baru menjadi berita  aneh, jika harganya ramai-ramai turun. Sejumlah pedagang mengaku harga sayuran seperti cabai dan bawang melonjak– meski  demikian tidak mempengaruhi para pembeli  menyerbu  pasar tradisional  Bandung dan sekitarnya.

Menurut  pedagang sayur, kenaikan harga untuk bawang dan cabai bukanlah hal baru, lantaran sudah naik sejak bulan Maret dan harga cabai sudah naik saat pemilu.

Biasanya, satu kilogram harga bawang merah dijual Rp35 ribu, saat ini seharga Rp50 ribu. Untuk bawang putih bulat atau banci biasa dijual Rp60 ribu, sekarang menjadi Rp80 ribu per kilo.

Sedangkan bawang putih kating dijual Rp100 ribu per kilo dari biasanya Rp70 ribu. Untuk harga cabai keriting menjadi Rp40 ribu per kilo dari Rp30 ribu. Cabai rawit menjadi Rp50 ribu dari Rp40 ribu per kilo dan cabai merah menjadi Rp70 ribu dari biasanya Rp45-50 ribu.

Tak hanya cabai dan bawang,  harga timun pun  naik.Timun yang biasanya dijual Rp12 ribu per kilo menjadi Rp17 ribu. Namun  tak kaget dengan kenaikan harga tersebut karena sudah menjadi kebiasaan tahunan yang tidak dapat dihindari oleh para pedagang. Bahkan,  masih bisa naik lagi dua minggu sebelum Lebaran.

Memang tak sedikit pembeli yang mengeluh  soal kenaikan harga. Namun para pembeli tak bisa menolak, karena bahan itu dibutuhkan untuk masakan,   meski tidak bersahabat dengan dompet ibu rumah tangga.

Tak hanya kenaikan harga, harga  ayam potong  dan  daging sapi mengalami kenaikan harga. Seekor ayam bisa dijual Rp40- Rp45 ribu dari harga Rp30-35 ribu. Kenaikan harga  ayam  bukan hal baru jika mendekati puasa dan Lebaran.

Daging sapi kenaikan harga tidak terlalu tinggi. Sekarang sekilo daging sapi bisa dijual Rp120 hingga Rp125 ribu dari Rp110-115 ribu. Namun harga daging sapi masih bisa naik lagi dalam waktu dua minggu sebelum Lebaran.

Meski harga kebutuhan naik, tampaknya bagi pedagang cukup  menyenangkan  karena pembeli justru meningkat dibandingkan hari biasa. Dan puncaknya akan terjadi  saat mau Lebaran.

Inilah info bagi institusi  yang  bertanggung jawab secara moral dan peduli  kepada masyarakat melalui operasi pasar murah, tentunya tanpa merugikan pedagang di pasar tradisional. Nah!

Cucu Sukaesih,  Malabar Bandung