RI Jadi Produsen Barbie Terbesar di Dunia

26

INDUSTRI mainan anak-anak Indonesia tumbuh dan mengalami perkembangan mengungguli produksi pasar China. Kementerian Perindustrian pun terus memacu industri mainan anak-anak di kancah global.
Menurut Ketua Asosiasi Mainan Anak (AMI) Sutjiadi Lukas, kemungkinan besar pasar industri mainan akan lebih mengairahkan mulai kuartal kedua setelah Pemilu 2019 berlangsung.
Berikut kumpulan fakta yang telah dirangkum BB mengenai produsen mainan barbie terbesar di dunia, Senin (29/4/2019).

1. Ekspor Mainan Tembus USD319,93 Juta pada 2018
Industri mainan menjadi salah satu sektor manufaktur yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Ini tercermin dari capaian nilai ekspor mainan anak-anak pada tahun 2018 yang menembus hingga USD319,93 juta (Rp4,47 triliun dengan kurs Rp14.000 per USD) atau naik 5,79% dibanding perolehan periode sebelumnya sebesar USD302,42 juta.

2. Peningkatan Daya Saing Industri Mainan Dalam Negeri
Industri mainan nasional telah menunjukkan daya saingnya di kancah global. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa Indonesia termasuk dalam negara-negara produsen utama untuk beberapa produk mainan unggulan yang telah mendunia.
Untuk itu, Kementerian Perindustrian terus memacu pengembangan industri mainan di dalam negeri dengan berupaya melindungi produk dan pasar dalam negeri serta menghindari gempuran produk impor yang tidak berkualitas melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI).

3. RI Produsen Barbie Terbesar di Dunia
Indonesia adalah produsen boneka merek Barbie terbesar di dunia yang dihasilkan oleh PT Mattel Indonesia. Perusahaan ini memasok 60% ke seluruh pasar global atau telah mengungguli produksi China.

4. Kontribusi Idustri Mainan
Indonesia memiliki pabrik mobil dengan kapasitas produksi yang cukup besar mencapai 50 juta unit per tahun. Pabrik Hot Wheels di Cikarang milik PT Mattel Indonesia adalah industri mobil mini yang kapasitasnya lebih besar 50 kali dari industri otomotif sesunguhnya.
Hot Wheels merupakan mobil mainan diecast atau dibuat dari bahan logam yang dicetak. Tak cuma dari segi jumlah produksinya yang mencengangkan, Menperin menuturkan, pabrik ini juga sudah mengaplikasikan teknologi industri 4.0 pada proses produksinya.

5. Industri Mainan Diprediksi Tumbuh 10%
Ketua Asosiasi Mainan Anak (AMI) Sutjiadi Lukas memprediksikan, industri mainan dalam negeri pada tahun 2019 dapat tumbuh sebesar 10% secara year-on-year (yoy). Apalagi, potensi bisnis mainan di Tanah Air cukup prospektif. Sebab, Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk terbesar di kawasan ASEAN.
“Dengan angka kelahiran rata-rata 4,5 juta jiwa per tahun, Indonesia dapat menjadi pasar terbesar se-Asia Tenggara,” terangnya. (C-003/fbn)***