ALBUM TUA-TUA KELEDAI PHB SUKSES DIBONGKAR DI PENGADILAN MUSIK

47

Kota Bandung selalu menjadi acuan kota lain dalam berkarya, khususnya dalam bidang musik. Memiliki orang-orang yang kreatif di dalamnya, berbagai macam genre musik hadir dalam skema musik di Bandung, salah satunya orkes dangdut yang secara konsisten masih dimainkan oleh kolektif kreatif Pemuda Harapan Bangsa (PHB). PHB yang berdiri tahun 1996, sampai sekarang masih tetap eksis dan di gemari penggemarnya. Musik orkes sempat begitu popular dimainkan grup Pancaran Sinar Petromak dan Orkes Moral Pengantar Minum Racun di era tahun 80-an. Dalam perkembangannya, warna musik orkes semacam itu seakan hilang, berganti tren ke musik pop yang merajai industri musik tanah air .

Seakan ingin mengisi kekosongan dalam etalase industri musik lokal era ’90an, PHB hadir dan menjadi anomali tersendiri di ranah musik bawah tanah, khususnya di Bandung khususnya yang ramai dengan musik cadas, seperti metal, hardcore dan punk. Namun dibalik itu karena pilihan warna musiknya yang dinilai tidak lazim, nama PHB muncul ke permukaan dan banyak mengisi acara dari panggung-panggung beberapa komunitas musik di Bandung maupun penampilan acara skala besar.

Lewat lirik lagu yang nyeleneh dan sarat humor, membuat grup musik orkes asal Bandung ini selalu dinanti dan disambut penggemarnya. Bahkan pengerjakan album barunya yang tertunda kurang lebih enam tahun baru rampung penggarapannya oleh Nedi, Yoga, Ivan, Adul dan Alam. Albaum berjudul Tua Tua Keledai . Orkes Pemuda Harapan Bangsa berkolaborasi dengan mojang Bandung , Vio Sundamanik yang juga merupakan host musik di salah satu program TV lokal di Bandung. 26 April 2019 baru lalu , PHB harus berurusan dengan Pengadilan Musik DCDC di Kantin Nasion The Panas . Di hadapan perangkat pengadilan dengan Jaksa Penuntut Budi dalton dan Pidi Baiq dengan Hakim Ketua Man Jasad . Bertindak sebagai pembela adalah Ruly Pasar Antik Cikapundung dan Eben Burgerkill dipandu oleh panitera Edi brokoli.

Sigit Prasetyo Wibowo selaku Brand Djarum Coklat, menuturkan bahwa persidangan PHB merupakan episode terakhir sebelum bulan Ramadan. Selama bulan Ramadan acara persidangan diliburkan . Tapi DCDC dalam kontek Ramadan tetap akan menyapa masyarakat lewat acarai Sahur Nikmat On The Road dan DCDC Ngabuburit Goes To Campuss.
Rencananya Sahur Nikmat On The Road digelar di 12 kota dengan bintang tamu Burgerkill dengan konsep orkestra, Ipank, Rosemery, Homogenic. Sedangkan DCDC Ngabuburit Goes To Campuss digelar di lima kota dengan bintang tamu Danilla Riyadi, Jason Ranti, Iksan Skuter dan Yuki Pas Band.

Persidangan musik DCDC tersebut, meski sempat diguyur hujan, tapi tidak menyurutkan para keledai atau sapaan terhadap fans PHB untuk menyaksikan langsung jalannya persidangan. Sementara itu, Ivan, Yoga, Nedi, Alam, Adul sebagai personil Grup Orkes PHB mengomentari, bahwa pengadilan musik merupakan hal yang keren dan suguhan baru di dunia musik. Acara ini merupakan bentuk lain dari promo band yang dikemas dalam bentuk pengadilan musik yang keren. (E- 009) ***