Cuma 34 % Lulusan SMP di Jabar Tertampung di SMA/SMK Negeri

63

BISNIS BANDUNG– Dari  total  774.000   lulusan SMP sederajat di Provinsi Jawa Barat  tahun 2019  sesuai data pokok pendidikan (Dapodik), hanya sebanyak  34  persen   yang tertampung di SMA/SMK Negeri. Dengan demikian hanya  263.200 siswa ditampung SMA/SMK Negeri,   sisanya sebanyak 66%  melanjutkan ke sekolah SMA/SMK Swasta.

Ketua PPDB Jabar, Iwa Karniwa menjelaskan  dalam Pergub Jabar No 16 tahun 2019  disebutkan,  penyelenggaraan  penerimaan  peserta didik baru (PPDB) berlandaskan asas nondiskriminatif, yaitu penerimaan peserta didik tidak membeda-bedakan suku, ras, agama, dan status sosial ekonomi pendaftar dan harus memenuhi ketentuan umum serta sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

PPDB mesti  objektif yaitu  memernuhi ketentuan perundang-undangan. Transparan yaitu pelaksanaan penerimaan peserta didik bersifat terbuka dan dapat diketahui oleh masyarakat termasuk orang tua siswa guna  menghindarkan penyimpangan.

Kemudian akuntabel, yaitu dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, baik prosedur maupun hasilnya.  Dan  berkeadilan, yaitu penerimaan peserta didik memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat usia sekolah agar memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan pilihannya.

“Berdasarkan lima  asas  itu,  pelaksanaan PPDB 2019 melibatkan Disdukcapil dan Dinas Sosial Jabar. Ini  penting demi  hak-hak dasar masyarakat dalam pendidikan yang bermutu dan berkeadilan, nondiskriminatif, objektif, transparan, dan akuntabel, “  jelas Sekwilda Jabar, Iwa Karniwa yang didampingi Kepala Disdik Jabar, Dewi Sartika, Kadisdukcapil Jabar, Heria, Kepala Biro Humas dan Protokol Jabar, Hermansyah dan pejabat dari Dinsos Jabar, M.Nizar dalam acara Jabar Ounya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Rabu (8/5/2019).

Kadisdik Jabar Dewi Sartika  mengatakan,  meski  daya tampung SMA/SMK Negeri hanya mampu menampung sebanyak 34% dari 774ribu lulusan SMP, para orangtua dan calon siswa tidak perlu khawatir, karena sekolah SMA/SMK Swasta siap menampung.

“Mutu sekolah SMA/SMK Swasta sudah bagus-bagus bahkan tidak kalah dengan sekolah negeri, untuk itu kita menghimbau kepada orangtua siswa jangan gara-gara anaknya tidak masuk sekolah negeri lantas anaknya putus sekolah, ” pesannya.

Adapun terkait, jalur PPDB 2019 SMA/SMK yang diterapkan diseluruh Daerah Jabar, Ike panggilan akrabnya menjelaskan bahwa ada tiga jalur bagi calon siswa SMA/SMK, terdiri dari jalur zonasi (90%), jalur Prestasi (5%) dan jalur perpindahan orangtua (5%).

Penetapan zonasi berdasarkan usulan dari Kabupaten/kota melalui kesepakatan musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMA yang selanjutnya ditetapkan dan diatur berdasarkan Pergub No 16 tahun 2019.

Untuk pendaftaran PPDB dilakukan secara Daring melalui aplikasi berbasis website, Disdik Jabar bekerjasama dengan ITB, kenapa ITB karena ITB yang paling mempuni dalam teknologi dalam Daring, sehingga dalam peleksanaannya tidak akan menimbulkan masalah.

Sedangkan Kepala Disdukcapil Jabar Heri menambahkan, bahwa pendaftaran PPDB 2019, sudah menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) sebagai identitas tunggal. Bahkan mulai tahun ajaran baru 2019-2020, seluruh siswa SD menggunakan NIK sebagai nomor induk siswa. (B-002)***