Kertajati Belum Optimal Karena Kurang Kerjasama

38

BISNIS BANDUNG- Belum optimalnya kinerja dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya permasalahan minimnya aset serta “mismanajemen” atau kekeliruan dalam manajemen.

“Ada beberapa BUMD yg memang harus kita perbaiki, tapi kita optimis pada perbaikan kedepannya akan bisa memperbaiki BUMD di Jawa Barat” ungkap Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Is Budi Widuri, Selasa (7/5/2019).

Ia menambahkan, mengenai permasalahan yang dialami oleh beberapa BUMD disebabakan oleh sulitnya penggunaan aset dan terjadinya mis manajemen.

“Permasalahannya utama BUMD di Jabar, kalo saya lihat ada masalah aset yang belum bisa dicairkan sehingga ada kekurangan dan mis manajemen sehingga kurang bisa mendapatkan hasil yang optimal,” katanya.

Ia menambahkan, terkait belum efektifnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka disebabkan oleh belum tersedianya akses menuju bandara tersebut.

Menurutnya persoalan akses tersebut berpengaruh besar terhadap animo masyarakat, sehingga mayoritas masyarakat Jawa Barat belum dapat beralih menggunakan BIJB.

“BIJB tidak optimal adalah kurangnya kerjasama dalam segi infratrukstur terutama akses menuju BIJB (toll dan kereta) yang belum bisa mencapai area BIJB. Kita harus mencontoh Medan (Bandara Kualanamu)  didukung  kereta api  dan  jalan khusus ke bandara,” katanya

Sementara itu Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Hilman Sukiman mendorong, BUMD Jawa Barat untuk fokus meningkatkan kinerjanya  agar target deviden yang direncanakan dapat terpenuhi.

Selain itu ia pun menilai saat ini BUMD harus melakukan inovasi terkait pelayanan kepada masyarakat.

Hilman menjelaskan, hasil pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) gubernur akhir Tahun 2018 sudah cukup baik. Namun Ia memberikan catatan terkait peningkatan kinerja BUMD di Jawa Barat harus terus ditingkatkan terutama dari segi investasi.

“Penanaman modal dan sebagainya harus ada peningkatan yang lebih jauh, apalagi BUMD yang disinyalir belum ada BUMD yang memberikan dividen,” kata Hilman.

Ia pun meminta  BUMD di Jawa Barat  mampu  melakukan banyak inovasi  terutama dari sisi pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Perlu kita perbaiki bersama dan  harapan kita adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk apapun,” tuturnya. (B-002)***