Berkah Ramadan Pemesan Peuyeum Cigendel Meningkat

5

BISNIS  BANDUNG –  Perajin  makanan olahan berrbahan singkong  atau dikenal dengan nama “ peuyeum sampe” pada bulan ramadhan ini kebanjiran pembeli.

Desa Cigendel Kecamatan Pamulihan Sumedang  yang menjadi sentra perajin peuyeum sampeu , semula hanya  memproduksi  sekitar 1 sampai 2 ton,namun mamasuki  bulan Ramadan  permintaan atau pesanan peyeum  meningkat antara  5 –  6 ton dibanding dari hari-hari biasa.
“Ya kalo hari hari biasa kami memproduksi peyeum, hanya untuk memenuhi permintaan bandar saja,namun di bulan Ramadan ini selain bandar , juga konsumen  yang datang langsung ke tempat produksi, sehingga mau tidak mau kamipun menambah produksi peyeum lebih dari biasanya, “ujar Ade Daryanto pengusaha peuyeum Cigendel,Senin (13/05/2019).
Ade menambahkan, selain permintaan peuyeum meningkat, pekerja dan singkong sebagai bahan baku peuyeum  otomatis bertambah atau meningkat. Singkong dan ragi sebagai bahan untuk permentasi  , karena melonjaknya permintaan dan tidak mampu terpenuhi  jika dibeli di wilayah Sumedang , pihaknya terpaksa mendatangkan singkong  dari luar Sumedang, yakni dari daerah Sukabumi dan Subang.
Sebenarnya  , ujar Ade ,singkong  di daerah Sumedang juga banyak,namun karena  umur   masa tanam singkong belum saatnya untuk dipanen ,  sebab jika belum saatnya dipanen,  kualitas singkong  kurang baik untuk bahan baku peuyeum. “Sebab,  saya membeli singkong dari wilayah Sukabumi dan Subang,” tutur Ade.

Untuk harga peuyeum  , Ade menyebut harga Rp 4.000/kilo pada hari biasa,namun pada bulan Ramadhan mencapai Rp 6 .000/kilo. Peuyeum asal Cigendel selain dipesan konsumen dari Sumedang , juga dari Bandung, Cirebon,Indramayu,Garut , bahkan dari Cilegon Banten  dan Jakarta. (E-010) ***