Korban Longsor Belum Tersentuh Bantuan

5

Ratusan Warga Korban Longsor Di Cililin, Bandung Barat, Hingga Rabu Pagi Belum Tersentuh Bantuan Dari Pemerintah. Distribusi Bantuan Juga Terkendala Akibat Akses Jalan Yang Hingga Kini Masih Putus, Penanganannya Membutuhkan Alat Berat,Terutama Untuk Membersihkan Material Longsor. Longsor Di Cililin Ini Merusak Sejumlah Rumah Warga Dan Tempat Ibadah.

Warga Di Desa Kidang Pananjung, Kecamatan Cililin, Bandung Barat, Pada Pagi Ini Belum Bisa Beraktivitas Normal. Mereka Hanya Bisa Menyaksikan Dari Jauh Lokasi Longsoran Dari Bukit Setinggi 100 Meter, Yang Menutup Akses Jalan Utama Menuju Perkampungan. Selain Itu, Longsor Juga Telah Menghancurkan Sejumlah Rumah Warga Dan Sebuah Mesjid.

Meski Berbhaya, Warga Terlihat Nekad Mengangkut Perabotan Rumah Yang Bisa Diselamatkan Dengan Melewati Bibir Tebing Dan Juga Material Longsoran. Warga Pun Harus Melintasi Tumpukan Material Longsor Tanah Sepanjang 50 Meter Dengan Ketebalan Hampir 1 Meter. Ini Adalah Satu-Satunya Akses Yang Menghubungkan Ke Sejumlah Wilayah Termasuk Cililin.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Bpbd, Yang Datang Ke Lokasi Hanya Bisa Mengecek Dan Menginventarisasi Kerusakan. Padahal, Alat Berat Sangat Dibutuhkan Untuk Membuka Akses Jalan. Warga Saat Ini Masih Cemas Dan Trauma, Apalagi Jika Hujan Turun, Longsor Kecil Susulan Kerap Terjadi. Saat Ini, Sebanyak 165 Jiwa Terdampak Longsor, Dan Sebagain Mengungsi.

Seperti Diberitakan, Longsor Dari Bukit Setinggi 100 Meter Terjadi Pada Senin Malam Atau Menjelang Solat Taraweh. Longsor Membuat 4 Bangunan Semi Permanen Milik Warga Dan Satu Bangunan Mesjid Rata Dengan Tanah. Sementara Tiga Unit Bangunan Rumah Lainnya Dalma Kondisi Rusak Berat.

Longsor Dipicu Curah Hujan Tinggi Dan Juga Alih Fungsi Lahan Di Atas Bukit, Sehingga Saluran Air Tersumbat. Tidak Ada Korban Jiwa Dalam Musibah Itu, Karena Warga Sekitar Sudah Diimbau Aparat Desa Untuk Mengosongkan Rumah Saat Hujan Deras Terjadi Sejak Siang Harinya. Apalagi, Kawasan Itu Merupakan Daerah Rawan Longsor Karena Dikelilingi Bukit.

ALGI MUHAMAD GIFARI, BANDUNG TV.