Pengalihan Rute ke Bandara Kertajati Mulai 15 Juni

38

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan pemindahan rute penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati dilakukan secara bertahap mulai 15 Juni 2019. Rute-rute yang akan dialihkan adalah rute penerbangan domestik dari dan menuju luar Jawa.

“Jadi, Bandara Kertajati akan berfungsi maksimal layaknya pelabuhan-pelabuhan udara lainnya,” ujar Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum usai menghadiri rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jumat (10/5).

UU mengungkapkan optimalisasi Bandara Kertajati sejalan dengan visi pemerintah daerah yang ingin membangun kawasan segi tiga emas ‘rebana’ untuk perkembangan perekonomian di Cirebon-Indramayu-Majalengka.

Saat ini, lanjut UU terdapat 19 rute penerbangan domestik dari dan ke Bandara Internasional Husein Sastranegara. Mulai Juni nanti, setidaknya 12 rute akan dialihkan ke Bandara Internasional Kertajati.

“Koordinasi (dengan maskapai) sudah dilakukan sejak awal. Keputusan ini kan bukan sesuatu yang tiba-tiba semuanya diawali dari keputusan-keputusan di tingkat bawah,” ujarnya.

Dengan dialihkan rute penerbangan dari dan ke luar Jawa, praktis Bandara Husein Sastranegara hanya akan melayani penerbangan rute internasional dan rute domestik di Pulau Jawa. Namun, tidak menutup kemungkinan, rute-rute tersebut juga akan sepenuhnya dialihkan.

“Jadi bertahap. Nanti juga akan ke sana (pengalihan rute domestik Jawa dan internasional) tapi kita lihat situasi dan kondisi,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sejak diresmikan pada Juni 2018 lalu, terdapat 5 maskapai penerbangan yang melayani penerbangan dari dan ke Bandara Kertajati yaitu Garuda Indonesia (Kertajati-Balikpapan, Kertajati-Lampung), Citilink (Kertajati-Surabaya, Kertajati-Medan), Transnusa (Kertajati-Lampung, Kertajati-Semarang), Lion Air (Kertajati-Balikapapan, Kertajati-Meddinah), dan Wings Air (Kertajati-Yogyakarta, Kertajati-Halim).

Dengan menelan investasi senilai Rp2,6 triliun, bandara ini memiliki kapasitas 5,6 juta penumpang per tahun. (C-003/sfr)***