Jangan Biarkan Bandara Kertajati Sunyi

55

BANDARA  Kertajati di Majalengka  yang  beroperasi  setahun  lalu masih  lowong. Mengapa  maskapai penerbangan tak mau  terbang dari bandara ini?  Dikabarkan  dari jumlah penumpang di Bandara Kertajati  yang mulai beroperasi Mei 2018 hingga  akhir 2018 hanya 35.000 orang. Padahal, tahap awal kapasitas terminal Bandara Kertajati bisa menampung 5 juta penumpang per tahun.

Saya sarankan, jangan biarkan  bandara Kertajati  atau secara resmi disebut Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) sunyi. Semua pihak baik pemerintah pusat  maupun  pemerintah provinsi harus konsisten terus  mencari solusi dan inovasi– tanpa  mengorbankan pihak lain—agar bandara ini bisa  berjalan normal seperti bandara lainnya.

Tidak bijaksana saling menyalahkan  bahwa rencana membangun Bandara Kertajati  tak ada dalam tatanan kebandarudaraan nasional (PDF) atau peta jalan pengembangan bandara dalam jangka panjang. Artinya wilayah Majalengka tidak masuk dalam rencana pemerintah.  Akan tetapi  apa mau dikata,  BIJB  telah terwujud dengan megah menanti kebersamaan untuk memajukannya.

Memang  awalnya  pemerintah pusat sudah menetapkan beberapa lokasi untuk dikembangkan sebagai bandara baru, yaitu  Bandung, Cirebon, Pengandaran  dan Karawang. Dari keempat lokasi itu, Karawang  yang menjadi kandidat terkuat,  karena  lokasinya dianggap strategis dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta, sehingga mampu berpotensi mengurai kepadatan penumpang.

Namun,  Pemprov Jabar justru menginginkan lokasi bandara digeser ke Kabupaten Majalengka  dengan argumentasi demi pengembangan wilayah. Diyakini  lokasi bandara di Majalengka bisa membantu mengurai kepadatan Soekarno-Hatta  serta dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Cirebon Raya, Bandung Raya dan sekitarnya.

Akhirnya  gagasan Pemprov Jabar dikabulkan untuk memenuhi kebutuhan tambahan bandara guna mengurai kepadatan di Bandara Soekarno-Hatta. Pemerintah pusat melalui kementerian perhubungan membantu pengembangan landas pacu Bandara Kertajati.

Maskapai Citilink menjadi maskapai pertama yang terbang ke Kertajati. Saat itu, anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk. ini membuka rute penerbangan Kertajati-Surabaya (PP). Dan maskapai lainnya menyusul seperti Garuda Indonesia dengan rute penerbangan Kertajati-Balikpapan dan Kertajati-Palembang.

Tak ketinggala  Lion Air  membuka rute Kertajati-Madinah dan Kertajati-Balikpapan.

Citilink juga menambah rute baru yakni Kertajati-Medan. Tak lama maskapai berguguran yang melayani penerbangan di Kertajati, hanya  menyisakan Citilink dengan rute Kertajati-Surabaya. Itu  pun hanya sepekan sekali.

Terima kasih atas dimuatnya  aspirasi saya ini.

Adi Supriadi, Nata Endah Kopo Bandung