Keunikan Sajian Rujak Soto Nasi Tempong Kuliner Khas Orang Osing

50

Jika Anda berkunjung ke Kota Banyuwangi atau Situbondo , di kota ini Anda harus mencoba makanan khas orang Osing (sebutan orang Banyuwangi) yang  terkenal , yakni  rujak soto dan nasi tempong. Kedua makanan tersebut tersedia  pada waktu yang sama,  untuk makan siang atau malam. Jadi jangan harap bisa menemukan  penjual rujak soto dan nasi tempong pada pagi hari.

Rujak soto merupakan gabungan antara nasi putih, kuah soto, dan bumbu rujak. Rasanya sangat khas dan unik. Sementara nasi tempong  seperti nasi lalapan pada umumnya. Hanya  sambal dan sayurnya yang berbeda. Sayur nasi tempong berupa sayuran bayam rebus, daun kenikir dan kangkung ditambah irisan mentimun. Sementara sambalnya, berupa sambal mentah yang terbuat dari ranti (sejenis tomat), cabai dan terasi khas Banyuwangi yang terbuat dari udang kering. Sementara lauknya bisa memilih tahu, tempe, ayam atau ikan laut goreng. Sambalnya sangat pedas .

 Menurut cerita , nama nasi tempong diambil dari kata tempong yang artinya dipukul atau ditampar. Seolah ditampar karena umumnya orang yang makan nasi tempong wajahnya memerah sebab menahan rasa pedas, wajah memerah seolah habis ditampar . Nasi tempong semakin nendang jika dimakan dengan kerupuk cumi khas Banyuwangi.

Lain halnya kalau menginap di Situbondo, Anda wajib mencoba menikmati tajin palappa , sebuah nama yang berasal dari bahasa Madura yang berarti bubur berbumbu. Bubur nasi gurih dengan topping kangkung, bayam, kembang turi, taoge dan bakwan (kebanyakan orang Jawa Timur menyebutnya ote-ote, sementara orang Situbondo sendiri menyebutnya dengan hongkong). Bubur kemudian disiram dengan bumbu kacang (hanya orang Situbondo yang bisa membuat bumbu kacang selezat dan seunik bubur berbumbu ini). Tidak seperti nasi tempong yang mudah ditemukan di Banyuwangi, tajin palappa hanya dijual di warung-warung kecil dalam gang sebagai menu sarapan. ***