Tragedi TKW di Arab Saudi Kini Bertemu Keluarganya Aminah Belasan Tahun Raib

306

PREDIKAT  sebagai pahlawan  devisa,   kerap diberikan pada tenaga kerja Indonesia (TKI). Akan tetapi  seorang TKI atau  tenaga kerja wanita (TKW) tidak selamanya  bernasib  mulus, lantaran  bekerja di negara  asing   akan berbeda perlakuan  dengan  bekerja di negeri sendiri. Bagi pekerja migran yang mampu beradaptasi dengan majikannya,  akan  merasa  aman dan nyaman. Bahkan,  bisa berbagi dengan keluarganya  lewat  transfer  uang  ke kampung halaman.

Inilah efek positif  makin banyak mata uang asing yang ditukarkan  untuk sejumlah rupiah  akan menebalkan cadangan devisa.  Dan  bertambah simpanan mata uang asing  di kas negara merupakan  sumber devisa. Selain itu meningkatnya  kebutuhan  rupiah sesuai hukum “supply and  demand”   bisa  mendongkrak  nilai rupiah  menjadi  kokoh dibandingkan mata uang asing.

Potret  seorang TKW  bernama Aminah,  tentunya berkeinginan  mengumpulkan  pundi-pundi uang  asing (real-red), sehingga ia nekat berangkat  Arab Saudi  dengan modal  keyakinan  untuk   mengadu nasib. Ia  tidak menyangka  harus  mengalami penderitaan yang tragis hingga jatuh sakit di negeri orang.

Selama   belasan  tahun, Aminah alias  Siti Patmah alias Umi Kulsum di Arab Saudi tanpa ada komunikasi dengan keluarganya  di Cianjur. Bahkan keluarganya sempat menganggab Siti Patmah sudah meninggal dunia.

“ Alhamdulillah dalam  bulan  Ramadan yang penuh barokah dan penuh keajaiban ini, kita bersyukur berhasil mempertemukan keluarga yang sudah terpisah belasan tahun ini,” ujar Kepala Disnakertrans Jabar M.Ade Afriandi.

Ade mengungkapkan tidak mudah mencari keluarga  Aminah  di Kab Cianjur, karena kondisi fisiknya yang sudah mengalami sakit stroke sejak  lima  tahun silam. Bahkan saat Aminah ditemukan di jalanan di Kota Jeddah dalam keadaan stroke dan lumpuh. Ia akhirnya dirawat dirawat di Rumah Sakit Shagar di Jeddah selama hampir 4 tahunan, tanpa identitas, paspor, ataupun adminitrasi lainnya.

Pada September 2018 lalu,  Aminah  dipulangkan ke Indonesia dan dirawat di RS Polri Kramatjati-Jakarta,  dan awal bulan Mei 2019 diinformasikan pihak Polri, bahwa Aminah adalah warga Jabar asal Kab Cianjur.  Selanjutnya melakukan  penjemputan dan langsung dirawat di RSUD Al-Ihsan.

Selama sepekan di rawat di RSUD Al-Ihsan,  Disnaker Jabar terus memantau  perkembangan kesehatannya sembari berupaya mengajak komunikasi, maka didapatkan titik terang bahwa Aminah adalah warga Kecamatan Sukaluyu Kac. Cianjur. Berbagai upaya dilakukan termasuk menyebar informasi melalui  berbagai media  yang akhirnya ditemukan dengan keluarganya.

Tak pelak lagi,  tangis Aminah pecah saat anak dan keluarganya datang ke tempat perawatan dirinya di RSUD Al Ihsan, Bandung, Minggu (19/5/2019).  Pun  anak dan adiknya, tak kuat menahan air mata begitu melihat Aminah tak berdaya tergeletak di tempat perawatan, dalam keadaan stroke, lumpuh, dan tak bisa bicara.

Padahal keluarganya menganggap Aminah sudah meninggal dunia di perantauan karena sejak 2006 sudah tak ada kabar. Namun takdir berkata  lain,  Aminah  bertemu kembali dengan keluarganya. Sang Anak, Dede Ridwan, bahkan sudah memiliki anak. “Ibu sudah punya cucu. Ridwan sudah nikah dan punya satu anak,” kata petugas yang mengantar keluarga Aminah.

Peristiwa yang tragis ini  menjadi puncak dari upaya Disnakertrans Jabar membawa Aminah dari RS Kramat Jati Jakarta  belum lama ini. Semula Kepala Disnakertrans Jabar,  Ade Afriandi  merasa gundah  apakah keluarga yang dicarinya  itu benar ada hubungan darah dengan Aminah. Namun setelah keluarganya melihat  foto dan video adalah bagian dari keluarganya itu betul,  timbul  keyakinan  penuh.

Ade menyatakan, untuk menyerahkan Aminah kepada keluarga tak begitu saja dilakukan. Pihaknya tetap akan memastikan segala sesuatu  suap siap. Dalam waktu dekat,  direncanakan akan dibuatkan KTP elektronik dan BPJS untuk Aminah. Setelah itu  baru akan diserahkan kepada keluarga.

KH Ucu Gozali pamannya Aminah yang merupakan pemuka agama di Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur mengatakan sangat bersyukur dan sangat bahagia dapat kembali bertemu dengan Siti yang sudah berpisah belasan tahun. Bahkan keluarganya  sudah melakukan tahlilan, karena menganggap Siti Patimah sudah meninggal.

“Ya,  pertemuan ini sungguh sangat mengharukan. Kami dari pihak keluarga merasa bahagia sekali. Keluarga yang hilang bisa bertemu kembali, terimakasih kepada Pemprov Jabar, khususnya pihak Disnakertrans Jabar,” tuturnya lirih. (B-002)***