Arus Mudik dan Balik di Jabar Terkendala 50 Titik Kemacetan

11

BISNIS BANDUNG- Berdasarkan hasil pemetaan Dinas Perhubungan dalam menyambut arus mudik dan arus balik  Ramadan 2019 akan terhambat  50 titik rawan macet yang tersebar di wilayah Jawa Barat.  Dari sejumlah  itu  ada 40 titik diprediksi mengalami  kemacetan  cukup parah karena arus kendaran yang tinggi.

Selain itu, terdapat 20 titik rawan macet yang diakibatkan aktivitas lokal seperti pasar tumpah. Termasuk di Pantura  dengan  adanya  empat persimpangan yang sering macet.

Hal serupa  terjadi di jalur tengah atau Bandung Raya.  Kecuali aktivitas lokal, kemacetan diprediksi terpusat di wilayah Cileunyi, Nagrek, Limbangan  dan Malangbong.

“Di jalur tengah ada 20 dari sejak Puncak, Cianjur, Sukabumi, masuk ke Bandung, Nagrek, Limbangan, Malangbong dan seterusnya,” tutur  Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Hery Antasari kepada  pers dalam acara  Jabar Punya Informasi di Gedung Sate, Selasa (21/5/2019)

Heri menjelaskan, kemacetan di wilayah Pantura bakal dapat atensi lebih besar. Sebab, berdasarkan survei Balitbang, dari 14,9 juta prediksi jumlah pemudik dari Jabodetabek tahun ini, 3,7 juta di antaranya akan masuk wilayah Jabar.

Sedangkan  yang  melewati tol Pantura 1,7 juta pemudik,  melewati  (nontol) Pantura 1,2 juta pemudik, sisanya ada yang jalur tengah, jalur selatan total sekitar 500.000 lebih.

Delman libur

Dinas Perhubungan  Jabar telah meminta dinas perhubungan  kabupaten/kota agar mengeluarkan imbauan agar angkutan tradisional delman diliburkan selama arus mudik dan balik Idulfitri 1440.

Dengan demikian,  terkait upaya mengurangi kemacetan, para pengendara (kusir) delman untuk tidak beroperasi selama tujuh hari sebelum dan sesudah Lebaran.

Menurut  Hery, delman dinilai menjadi salah satu penyebab kemacetan di jalur yang digunakan untuk arus mudik dan balik selain keberadaan pasar tumpah.  Salah satu daerah di Jawa Barat yang jumlah delmannya cukup banyak ialah Kabupaten Garut.

“Untuk aturan delman diliburkan itu akan dikoordinir oleh kabupaten kota. Itu seperti di Limbangan, Leles dan Kadungora Garut. Kita perluas ke kota kabupaten yang lain,” ujarnya.

Selama diliburkan,  para kusir delman akan diberikan uang kompensasi sebesar Rp75.000 per hari dan dana tersebut disiapkan oleh anggaran dari dinas perhubungan kabupaten/kota. Maka, selama diliburkan  para kusir delman akan memperoleh Rp525.000.

“Selama ini Garut sudah mengalokasikan anggaran untuk delman ini dan mudah-mudahan daerah lain bisa menyontoh Garut,” ucapnya. (B-002)***