Jaga Performa Skutermatik

179

Komponen CVT (Continous Variable Transmission) pada motor matik memiliki peran penting sebagai penyalur tenaga dari mesin ke roda belakang.

Komponen CVT sendiri memiliki dua pulley, yakni pulley primer yang berhubungan langsung dengan mesin dan pulley sekunder ke roda belakang.

Technical Training PT Astra Honda Motor (AHM) Endro Sutarno mengatakan, CVT mesti dirawat supaya performa motor tak terganggu.

“Soal pengecekan CVT sendiri disesuaikan dengan jadwal perawatan ke AHASS terdekat. Rekomendasi pabrikannya biasanya dilakukan setiap 8.000 km sekali,” ucap Endro.

Endro mengingatkan, bila pemilik enggan melakukan perawatan rutin CVT, ada beberapa efek negatif yang bakal terjadi. Pertama, bisa berdampak pada performa motor menjadi kurang bertenaga.

“Kemudian suara di bagian CVT akan lebih noise atau berisik. Parahnya lagi, bisa sampai merusak komponen yang terkait  di sekitarnya,” tuturnya.

Selanjutnya, bisa saja CVT terasa bergetar yang umumnya dirasakan ketika handle gas mulai diputar ketika motor dalam posisi diam (umumnya di bawah 20 km/jam) atau saat berakselerasi.

Kondisi tersebut terjadi karena CVT dan beberapa komponennya kotor dan berdebu. Solusinya bisa dengan membersihkan seluruh ruang blok CVT dengan disemprot udara bertekanan tinggi.

Kemudian ada juga yang mengamplas halus kampas kopling, roller dan mangkok CVT, untuk menghilangkan kotoran yang menempel , sebaiknya dilakukan oleh ahlinya.

Mulailah lebih perhatian dengan skutermatiknya, supaya anda lebih aman dan nyaman saat berkendara. (E-002)***