Sate Susu Kampung Jawa Kuliner Khas Ramadan Di Bali

16

Bulan Ramadan, memang bulan yang istimewa bagi umat Islam . Di pelosok Nusantara memiliki cara tersendiri dalam menyambutnya. Khusus di dunia kuliner, setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas makanan tersendiri. Salah satu kuliner khas Ramadan berasal dari Bali. Meski mayoritas penduduk Bali beragama Hindu,namun masyarakatnya sangat toleran terhadap penganut kepercayaan lain. Kuliner disajikan oleh masyarakat Kampung Jawa, tepatnya di Desa Wanasari Denpasar. Penganan kuliner berupa sate susu . Layaknya sate , dimatangkan dengan cara dibakar di atas bara api. Perbedaan dengan sate pada umumnya menggunakan bahan baku daging sapi atau kambing , tapi sate buatan warga Kampung Jawa terbuat dari bagian payudara sapi.

Sate yang terbuat dari bagian susu (payudara) sapi, setelah direbus kemudian dipotong-potong, ditusuk dan dibakar layaknya sate pada umumnya. Makanan ini memang disajikan khusus saat bulan Ramadan, teksturnya sate susu yang lembut, kenyal dan lezat ini memiliki aroma yang benar-benar menggugah selera. Sate ini menjadi salah satu ciri khas kuliner Kampung Jawa yang penduduknya mayoritas muslim. Uniknya, bahan dasar sate yang berasal dari payudara sapi, ketika saat disantap tekstur kenyal sate susu begitu terasa di mulut, rasanya mirip seperti keju. Warga setempat meyakini sate susu sapi dapat memulihkan stamina.

Ketika memasuki bulan Ramadan, sudah biasa warga Desa Wanasari menjual sate susu karena sudah sejak lama makanan ini dijajakan saat memasuki bulan Ramadan saja. Warga di Kampung Jawa, sate susu jadi salah satu makanan khas untuk berbuka puasa. Jika hidangan sate umumnya menggunakan bumbu kacang, berbeda dengan sate susu , bumbunya terbuat dari tepung beras yang dicampur santan , ditambah rempah-rempah , terutama kencur sebagai bahan rempah utama, cabai merah, cabai rawit dan bawang putih.Kisaran harga pertusuk antara Rp 2000 – Rp 3000 .

Dari sisi rasa , sate susu memiliki cita rasa berbeda dibanding sate daging pada umumnya, sehingga banyak warga masyarakat , terumata umat muslim di Bali menggemari sajian kuniler ini. Meski bahan baku susu sapi harganya terus merangkak naik, namun tidak menyurutkan untuk tetap membuat sate susu. Seiring perjalanan waktu meski banyak jajan lain. Namun, sate susu khas Kampung Jawa masih banyak peminat dan selalu ramai pembelinya.Salah satu pedagang yang kami temui mengatakan, sate susu banyak peminat dan pelanggannya. Walau banyak jajanan lain, tapi sate susu tetap laris disini,” ungkapnya. (E-001) ***