Sentimen Emosional Pemilu terhadap Ekonomi

8

PEMILIHAN  Umum 2019 merupakan pemilu yang paling mengkahawatirkan banyak orang. Masyarakat khawatir, terjadi keributan yang menjurus ke  arah bentrok horisontal. Hal itu mulai terlihat tanda-tandanya sejak kampanye dimulai sembilan bulan lalu. Pengkotakan masyarakat makin hari makin kental. Rakyat terbelah menjadi dua bagian yang bertentangan, mereka yang pro-paslon 01 dan pro-paslon 02. Masyarakat makin terjebak dalam kotak-kotak paham politik akibat banyaknya parpol peserta pemilu.Pemilu yang bebas rahasia hanya ada dalam wacana bahkan sejarah. Sejak awal masyarakat sudah langsung punya pilihan.

Pada pemilu serentak yang menimbulkan korban jiwa hingga 500 orang petugas KPPS meninggal akibat kelelahan, pilihan rakyat sudah sangat transparan, siapa memilih siapa sudah sangat jelas. Dulu kita mengenal pemilu itu bebas dan rahasia. Orang bebas memilih tetapi tetap memegang rahasia. Orang lain tidak ada yang tahu pemilih memilih siapa. Sekarang sudah tidak ada rahasia di antara pemilih. Rakyat sudah terjebak dalam kotak-kotak politik. Pada setiap penelitian jelang pemilu, hanya dua atau tiga persen saja calon pemilih yang masih merahasiakan pilihannya. Sebagian besar sudah secara gamblang mengatakan ia memilih parpol mana dan  siapa caleg bahkan capres.

Puncak kekhawatiran masyarakat terjadi tanggal 21 dan 22 Mei. Kutub yang menolak hasil pemilu melakukan unjuk rasa besar-besaran. Jakarta sepertki tercekam dan benar-benar akan terjadi khaos bahkan bentrrok masal. Demonstrasi yang terjadi sehari semalam  di hadapan Bawaslu, Thamrin dan sekitrarnya,  meluas ke Tanah Abang dan sekitarnya. Masyarakat yang tinggal di seklitar kawasan itu nyaris tidak dapat melakukan aktivitas sehari-harinya. Jalan raya bahkan beberapa gang di tempat itu, penuh massa. Selain aktivitas dan mobilitas masyaraklat terhambat, perekonomian juga ikut terkendala. Para pedagang kecil yang biasa berjualan di Tanah Abang dan jalan sekitarnya, terpaksa tidak berjualan.

Beruntung peristiwa yang menimbukan korban jiwa dan puluhan mobil dan motor itu, tidak meluas ke tempat lain di Jakarta dan luar Jakarta. Masyarakat di luar kawasan itu masih dapat beraktivitas tanpa gangguan. Kekhwatiran masyarakat akan terjadi bentrok horisontal, sama sekali tidak terjadi. Lebih dari itu, selesainya Pemilu 2019 dengan pengumuman hasil rekapitulasi KPU, justru berpengaruh positif terhadap pasar. Sentimen positif terjadi pada perdagangan saham.Harga saham gabungan terdongkrak. Seperti dimuat KOMPAS 2/5, kini muncul optimisme dalam pertumbuhan ekonomi. Selain harga saham gabungan naik, investasi tidak terganggu bahkan cenderung naik.

Meskipun hasil Pemilu 2019 belum benar-benar final dan harus menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi. Tumbuh harapan di kalangan para pengusaha, baik yang menggunakan modal dari PMD maupun PMA. Mereka berharap pemerintah yang akan datang lebih fokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi. UMKM diberi ruang yang lebih leluasa dalam m,engembangkan usahanya. Pasar domestik lebih ditata disertai dengan makin meningkatnya daya beli masyarakat. Pemerintah juga diharapkan lebih fokus pada pemberantasan korupsi. Selain tindakahn hukum lebih ditingkatrkan, juga terciptanya sistem birokrasi yang menutup kemungkinan tindak korupsi.

Semoga harapan itu dapat terwujud. ***