Riset Alasan Orang Indonesia Tertarik Beli Smartphone

13

GOOGLE baru-baru ini mengungkapkan penelitian mengenai perilaku pembeli smartphone di Indonesia. Dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa kecepatan dan daya tahan baterai menjadi faktor beli masyarakat Indonesia, dibandingkan dengan kamera atau desain smartphone.

Menurut data “Android Path to Purchase” penelitian oleh Google pada 2018, sekira 55 persen pembeli merasa bingung saat membeli ponsel karena banyaknya pilihan ponsel dipasaran. Bahkan, setengah dari pembeli smartphone baru memilih merek yang berbeda dari yang mereka miliki sebelumnya.

Pembeli tidak hanya mengganti merek smartphone mereka, 2 dari 5 pembeli juga mengganti simcard provider ketika membeli smartphone baru. Hal ini menggarisbawahi pentingnya bundling promosi antara produsen smartphone dengan penyedia jasa telekomunikasi.

Karena 50% konsumen cenderung membeli merek smartphone yang berbeda dari apa yang sebelumnya mereka miliki, hal ini memberikan peluang bagi pemasar. Konsumen tetap berpikiran terbuka, dengan 81% konsumen mempertimbangkan setidaknya dua merek ketika mereka mulai mencari-cari. Peluangnya sangat besar dan pasar smartphone Indonesia adalah yang paling cepat berkembang di Asia Tenggara, pada tahun 2018 lalu jumlah pengirimannya 17% lebih banyak daripada tahun 2017.

Google juga mengungkapkan jika 71 persen pembeli smartphone Indonesia beralih ke Google Search ketika mereka mulai membandingkan smartphone, 69 persen di antaranya memutuskan membeli di toko rite. Kemudian, penelitian menunjukkan bahwa pembeli smartphone di Indonesia terutama mencari kecepatan (87 persen), daya tahan baterai (83 persen), dan memori internal (81 persen).

“Survei kami mengungkapkan bahwa saat ini banyak orang Indonesia tidak puas dengan smartphone mereka, yang berarti bahwa ekspektasi pembeli terhadap smartphone-nya semakin meningkat. Saat ini, kecepatan adalah prioritas terpenting bagi pengguna smartphone,dan kecepatan itu bukan hanya tergantung pada OEM melainkan juga pada penyedia (provider) jasa telekomunikasi yang memastikan jaringan internet yang cepat. Oleh karena itu, mereka perlu berkolaborasi dan menghasilkan solusi kreatif untuk menarik lebih banyak pembeli,” kata Yudistira Adi Nugroho, Sr. Tech and Telco Industry Analyst, Google Indonesia.  (C-003)***