Harga Kebutuhan Pokok Dijamin Stabil bahkan Turun

7

   HARGA kebuituhan pokok menjelang Lebaran tahun ini  dijamin stabil bahkan cenderung terus turun. Hal itu berbeda dengan kecenderungan harga bahan pokok tiap-tiap jelang Lebsaran tahun-tahun sebelumnya. Saat masuk bulan Ramadan sampai Lebaran, biasanya harga bahan pokok dan kebutuihan Lebaran lainnya selalu terus melonjak. Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, harga stabil karebna stok bahan pokok tersedia dan terkendali. ”Syukur Alhamdulillah, bahan pokok tersedia dan terkendali. Harga di tingkat konsumen dapat dikendalikan,” kata Enggar.

    Memasuki bulan Ramadan, harga daging sapi, telur, daging ayam, dan bawang putih sempat naik akibat stok di tingkat pedagang sedikit. Dengan dilakukannya operasi pasar di beberapa titik, kenaikan harga dapat ditekan. Pasokan bahan pokok yang melimpah di pasar, dipastikan dapat menekan harga.. Biasanya, pada bulan Ramadan dan Lebaran, harga bahan pokok nak dan kenaikan itu dapat memicu inflasi. Namun pada tahun ini, pemerintah memprediksi tidak akan terjadi  inflasi bahkan kemungkinan akan terjadi deflasi pada beberapa jenis komoditas.

     Harga daging sapi di pasar tradisional sampai akhir Mei 2019 masih berkisar pada harga Rp 110.000 – Rp 120.000 perkilogram. Harga daging ayam potong bergerak di anatara harga Rp 24.000 – Rp 25.000/kg. Harga sayuran yang pada awal Ramadan  naik, kini stabil pada harga relatif aman. Agar harga sampai Lebnaran tetap stabil Kemendag bersama jajaran pemerintah daerah dan kepolisian, membentuk tim pengendali harga. Tim itu setiap saat memantau harga berbagai kebutuhan pokok di pasar. Apabila di sebuah pasar terjadi kenaikan harga bahan pokok, tim itu segera meminta pemasok meningkatkan pasokan.  Sebaiknya tidak hanya bekerja sama dengan  aparatur pemda tetapi juga dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), MUI yang mengawasi kehalalan komoditas di pasar, badan perselisihan usaha, serta lembaga konmsumen.

        Penurunan harga kebutruhan Lebaran, pada satu sisi sangat membantu masyarakat. Daya beli mereka meingkat singga mereka dapat membeli kebutuhan Lebaran pada batas kewajaran. Masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan agak leluasa. Pada sisi lain, harga yang cenderung terus turun akan menimbulakan kelebihan pasokan. Akibatnya harga akan berada di bawah level keekonomian di tingkat petani.  Kemungkinan petani akan mengalami kerugian. Mereka tidak akan menikmati masa marema yang sangat mereka dambakan setiap Ramadan dan Lebaran..

     Kita mengapresiasi kegiatan pemerintah dalam mengendalikan harga bahan pokok. Akantetapi penurunan harga yang menimbuilkan deflasi, tidak selalu mendatangkan pertumbuihan ekonomi sesuai yang kita harapkan bersama. Inflasi dan deflasi pada dinamika ekonomi berpengaruh negatif. Justrui yang didambakan semua negara, perekonomian tumbuh yang ditunjang harga kebutuhan pokok dan komoditas lainnya yang stabil.Stabilitas harga itulah yang harus menjadi target pemerintrah. Idealnya stabilitas harga itu berada pada tingkat keterjangkauan daya beli masyarakat luas.Stabilitas  harga itulah yang harus senantiasa kita jaga bersama.  ***