8.500 Ha Lahan Kritis Segara Direhabilitasi

10

BISNIS BANDUNG — Sekira 8.500 hektare lahan kritis yang tersebar di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Garut, Sumedang, Tasikmalaya, dan Majalengka, Jawa Barat bakal direhabilitasi, pasca BPDASHL Cimanuk-Citanduy dan Perum Perhutani Divre Jawa Barat-Banten membuat kontrak kerja sama.Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Rabu, mengapresiasi kerja sama untuk merehabilitasi lahan kritis tersebut. Program rehabilitasi adalah salah satu bentuk kolaborasi untuk mewujudkan Jabar Juara Lahir dan Batin.

“Ini menjadi bukti adanya kolaborasi untuk menangani lahan kritis antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian, pemerintah daerah, masyarakat, termasuk yang membanggakan adalah adanya keterlibatan dari pondok pesantren,” kata Uu.

Dia mengatakan pola rehabilitasi sendiri rencananya akan menggunakan teknik agroforestri dan nantinya, setiap hektare akan ditanam 400 pohon berjenis kayu-kayuan seperti pohon pinus, mahoni, buah-buahan, dan pohon sejenis.

Sementara itu, Direktur Jenderal PDASHL Kementerian LHK RI, Ida Bagus Putera Parthama, mengungkapkan bahwa lahan kritis di Indonesia mencapai 14,3 juta hektar. Porsi cukup besar berada di Jawa Barat, khususnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk-Citanduy.

“Dan dampak lahan kritis ini menimbulkan berbagai bencana dengan kerugian materil dan nonmateril,” katanya. (B-002)***