Perang Dagang akan Hambat Pergerakan IHSG di Awal Pekan

33

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan terkoreksi pada Senin (27/5). Isu perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang masih direspons negatif oleh pelaku pasar diramalkan akan menjadi faktor yang menghambat pergerakan indeks.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan pelaku pasar terus menanti cara pemerintah AS dan China dalam menyelesaikan konflik perang dagang antar mereka berdua. Seperti diketahui, perang dagang belakangan ini kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk mengerek tarif impor barang asal China dari 10 persen menjadi 25 persen.

“Jadi isu selanjutnya yang dilihat pasar itu perang dagang. Orang khawatir apakah perang dagang akan mendapatkan solusi,” papar Hans, Senin (27/5).

Selain faktor perang dagang, Hans juga memperkirakan pergerakan IHSG juga akan mendapatkan pengaruh dari libur Lebaran yang hanya tinggal menghitung hari. Libur tersebut telah membuat pasar mengurangi aksi beli mereka sehingga membuat IHSG kekurangan gairah.

“Pasar tidak akan terlalu agresif, karena sudah menjelang Lebaran ya,” jelas Hans.

Sependapat, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan berpendapat tekanan dari global memang akan membawa IHSG ke zona merah. Namun, indeks tetap berpeluang berada di area 6.000.

“IHSG berpotensi mengalami koreksi melihat tekanan dari sentimen global yang kembali memanas,” kata Dennies.

Ia meramalkan IHSG bergerak dalam rentang support 6.015-6.036 dan resistance 6.079-6.101. Pelaku pasar disarankan mencermati beberapa saham, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Sebagai informasi, IHSG sepanjang pekan lalu menguat cukup signifikan sebesar 3,96 persen ke level 6.057. Mayoritas indeks sektoral pun berakhir positif, khususnya sektor aneka industri sebesar 6,55 persen. (C-003/agt)***