Arus Kendaraan Melalui Jalur Nagreg Menurun

19

BISNIS BANDUNG— Prediksi  bahwa puncak arus mudik  yang melewati  jalur Nagreg akan terjadi pada H-4 menjelang lebaran, ternyata meleset.  Hal tersebut bisa dilihat kondisi Cileunyi dan Rancaekek yang relatif lancar.

Spekulasi itu didasarkan arus kendaraan akan bertambah seiring dengan mulai liburnya PNS. Akan tetapi kenyataannya tidak sepadat tahun 2018.

Menurut Humas Dinas Perhubungan  (Dishub) Jabar, Ruddy Heryadi, hingga  H-2 atau hari Senin (3/6) arus pemudik yang  melalui jalur Nagreg tercatat sebanyak 612.371 kendaraan. Baik kendaraan pribadi maupun moda transportasi umum.

Diduga  relatif lancarnya jalur selatan disebabkan oleh optimalnya penggunaan Tol Trans Jawa di jalur utara.  Para pemudik yang biasa menjajal jalur selatan sebagian beralih ke jalur utara dengan sistem satu arah.

“Dengan adanya beberapa pilihan alternatif jalan, memudahkan pemudik untuk memilih jalur atau rute mana yang digunakan,” katanya.

Sejak sepekan menjelang lebaran, volume kendaraan arus mudik yang melalui jalur selatan, khususnya Nagreg, Jawa Barat, mengalami penurunan dibandingkan periode sama tahun 2018.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu,  tutur Ruddy  bahwa H-2 adalah puncak dari arus mudik yang melalui Nagreg menuju arah timur. Namun melihat pantauan lalu lintas, hal tersebut saat ini belum terjadi.

“Sampai jam 20.00 WIB, volume kendaraan sebanyak 82.923, dibandingkan tahun 2018 pada H-2 yang sama itu kurang lebih ada 142.417 kendaraan, jadi ada penurunan sebesar 30 persen,” kata Ruddy di Posko Induk Dishub Kabupaten Bandung, Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Senin (3/6/2019). (B-002)***