Melestarikan Topeng Betawi Margasari Kacrit Putra Bekasi

14

             Topeng Betawi Margasari Kacrit Putra pimpinan Udin Kacrit, merupakan salah satu sanggar topeng di Kampung Jati RT 03 RW 07 Kelurahan Jatimulya,Kecamatan Tambun Selatan,Kabupaten Bekasi. Sanggar Topeng dirintis oleh Iken,dilanjutkan oleh  Komboy. Dilanjutkan oleh Kacrit yang merupakan ayah Udin Kacrit.Penamaan topeng Betawi menurut Bang Udin, karena semua pemain memakai kedok atau topeng.Seiring perjalanan waktu , topeng ini kerap memakai nama sesuai pimpinan sanggar topeng,misalnya  topeng Kacrit,topeng Bokir ,hal ini terjadi karena orang lebih mengenal tokoh yang menonjol dalam kesenian topeng Betawi.

            Sejak kecil  Udin Kacrit  mengenal kesenian Topeng Betawi,  tahun 1979, usia Bang Udin Kacrit sekitar lima tahun. Udin kecil sering mengikuti pentas topeng Betawi pimpinan ayahnya.Pada tahun 1989 ,  Supri kakak Udin menjadi pimpinan sanggar Margasari Kacrit Putra, ia memimpin hingga tahun 2003 karena meninggal , posisinya  menggantikan Bang Udin, kini Bang Udin di bantu Suri ,adiknya serta pamannya dalam mengelola sanggar.Hingga saat ini sanggar topeng Margasari Kacrit Putra terus melestarikan tradisi dan bertahan di era modern.Bang Udin mencoba mempertahankan pakem-pakem topeng Betawi sekaligus berinovasi supaya topeng Betawi dapat di terima oleh masyarakat.

            Ia menyadari bahwa penikmat topeng Betawi di Bekasi bukan hanya penduduk Bekasi saja , karena  itu ia mencoba mengkolaborasikan musik tradisional dengan musik modern,misalnya di tambah keyboard dan gitar.Pada awalnya topeng Betawi dimainkan semalam suntuk,munculnya sosok si jantuk yang dikenal sebagai tokoh cerita,akan menandai berakhirnya sebuah cerita sekaligus menandai hari akan menjelang subuh.Topeng Betawi memiliki fungsi hiburan,dipentaskan pada acara hajatan pernikahan,sunatan atau kaulan (nazar).Pementasan topeng Betawi yang dilakukan sebagai kaulan atau membayar nazar dilakukan apabila pengantin perempuan saat kecilnya sering sakit -sakitan. Kemudian orang tua pengantin perempuan pernah bernazar apabila anaknya mendapat jodoh akan nazar mementaskan topeng Betawi.

            Selain itu topeng Betawi berfungsi juga sebagai alat penyuluhan yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini kesenian topeng melaksanakan fungsinya sebagai medianya,sehingga tema dalam lipat gondes atau banyolan dapat berisi tema sesuai pesanan.Alat musik dalam pementasan topeng Betawi terdiri dari kendang,rebab,kenong 3,kecrek,dan goong,kadang kala ditambahkan alat musik lainnya.Tahapan dalam pementasan topeng Betawi di mulai dari tatalu,alunan musik rebab menginformasikan kepada khalayak bahwa pementasan topeng segera di mulai.Tahap kedua disebut Ngelontang topeng,yaitu alunan lagu lagu pantun berupa nasihat dan pengantar petunjuk mengenai cerita yang akan dibawakan.Tahap ketiga berupa tarian topeng tunggal,yaitu satu penari membawakan tiga karakter topeng dan tarian yang disesuaikan dengan topeng yang dipakai.

            Setelah tari topeng tunggal,dilanjutkan dengan lipet gondes,atau banyolan.Lipet gondes ini berisi lawakan dengan tema tema tertentu sesuai pesanan.Setelah lipet gondes dilanjutkan dengan cerita topeng.Cerita dalam topeng Betawi biasanya tanpa teks sehingga dikenal sebagai topeng blanteks atau topeng tanpa naskah,dialog pemainnya berupa improvisasi.Cerita topeng Betawi bisa bermacam macam,akan tetapi sosok jantuk dalam cerita topeng Betawi selalu ada.Sosok Jantuk bisa jadi tokoh cerita atau bagian penutup cerita.Sosok Jantuk dalam topeng betawi merupakan salah satu pakem yang harus ada sejak dulu.Setelah cerita topeng masuklah sosok jantuk layaknya tokoh semar dalam cerita wayang.Sosok Jantuk tentulah merupakan tokoh cerita sekaligus sosok penanda akan berakhirnya topeng  Betawi sekaligus di tutup dengan jiro topeng atau lagu penutup.

(E-001) ***