Sumbangan Koperasi Terhadap PDRB Semakin Baik

34

Bisnis Bandung,(BB) — Sekretaris  Kementerian Koperasi dan UMKM Republik Indonesia, Prof.Dr.H.Rully Indrawan MSi mengemukakan, eksistensi koperasi dan UMKM pada pemerintahan berikutnya (read: Jokowi – Marruf Amin) diprediksi akan kian berkembang, seiring dengan kian mantapnya kiprah dan kontribusi koperasi dan UMKM dalam perekonomian nasional dan kancah pergaulan dunia.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Rully Indrawan, pada konfrensi pers, berkaitan dengan hasil rapat “Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Koperasi dan UMKM Tahun 2019”, yang dihadiri 513 Kepala Dinas se-Indonesia, yang membidangi koperasi dan UMKM, di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka, pada tanggal 2-4 Mei 2019 lalu.

Rapat Koordinasi Nasional tersebut mengusung tema “Sinergitas Implementasi Kegiatan, Makna Sinergitas”. Dalam konfrensi pers tersebut, dipaparkan beragam perkembangan program tiap deputi Kementerian Koperasi dan UMKM Republik Indonesia. Acara tersebut turut dihadiri juga oleh seluruh  Deputi dan pejabat eselon 1 dan dirut2 BLU di lingkungan Kementerian Koperasi dan UMKM Republik Indonesia.

Rapat Koordinasi Nasional dengan tema Sinergitas tersebut, untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi daerah. Namun menurut Rully Indrawan, itu belum selesai, pasalnya harus ditindaklanjuti dengan sinergitas dengan 28 KL yang mengurusi UMKM. Era seperti saat ini, sinergi dan kolaborasi/kerjasama merupakan bagian dari penjabaran/pengembangan fungsi dan tugas dari Kementerian. Faktanya, tidak mungkin berdiri sendiri atau menggarap masing masing, mengingat beratnya bebas tugas yang diemban oleh Kementerian koperasi dan UMKM, dimana harus mengurusi puluhan juta bahkan secara kumulatif ratusan juta orang yang bernaung/terlibat dalam aktivitas koperasi dan umkm, dan tidak mungkin tergarap jika hanya diurusi oleh satu kementerian. “Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UMKM, mengajak masyarakat turut serta mengembangkan dan berperan dalam pengembangan koperasi dan UMKM”, ungkapnya kepada Bisnis Bandung (BB).

Mantan Ketua Dekopinwil Jawa Barat ini mengatakan, terkait hasil Rapat koordinasi nasional di Pangkal Pinang tersebut, Kementrian Koperasi dan UMKM telah menyampaikan laporan eksekutif summary, dipaparkan dalam situs dan dikirim ketiap daerah. Hasil tersebut menjadi panduan penting daerah, dalam rangka mengembangkan potensi yang dimiliki daerah atau umkm ditiap daerah, demi kemaslahatan bangsa bangsa. “Tugas Kementerian membuat regulasi guna memudahkan teman-teman didaerah untuk bekerja dan memudahkan pelaku koperasi dalam melakukan kegiatan koperasi. Teman didaerah kita harap dapat memberi masukan dan saran ke kami untuk kepentingan kita bersama sehingga program strategis Kementerian bisa berjalan dengan baik, dimana reformasi koperasi semakin tinggi dan sumbangan ekonomi terhadap PDRB semakin baik,”

Saat ini, indonesia tengah memasuki/menuju fase/era MDCM (2024). Untuk optimalisasi memasuki fase tersebut, pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UMKM tengah menyusun Rencana Stratetgis (Renstra) Kementrian/pengembangan UMKM bersinergitas dengan 28 KL.

Prospek Koperasi dan UMKM Kedepan.

Prof Rully Indrawan yang juga merupakan Guru Besar Universitas Pasundan (Unpas) ini mengutarakan, secara institusi, pribadi/personal dalam kontestasi politik posisinya sebagai ASN, bersikap netral. Sebagaimana diketahui bersama, hasilnya KPU RI telah menetapkan Jokowi-Maruf Amin meraih suara terbanyak dibandingkan kompetitornya. “Hasil ini tentu sudah terbaik bagi bangsa ini. Kementerian Koperasi dan UMKM bersyukur dan alhamdulillah, mengucapkan selamat”

Berkaitan antara peluang koperasi dan UMKM pasca pemilihan presiden dan Legislatif, Rully Indrawan menyatakan, bahwa ia telah mengamati apa yang menjadi buah pikiran, kebijakan dan pernyataan Jokowi dan Maruf Amin. Pemikiran Jokowi berkaitan dengan ekonomi, koperasi dan UMKM telah dituangkan Rully dalam tulisannya yang berjudul”Jokowinomic” disebuah surat kabar Nasional di indonesia. Dalam tulisannya tersebut, ia memapaparkan bahwa Jokowi memiliki beberapa hal/kebijakan penguatan ditingkat grasrooth. Buah karya pemikiran Maruf amin berkaitan dengan perekonomian nasional, tertuang dalam “Ekonomi Umat”. Rully mengaku mengapreasi kedua tokoh tersebut berkaitan dengan ekonomi, koperasi dan UMKM, tanpa mengecilkan komitmen dari pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Menurutnya, kekuatan umkm/koperasi sangat penting dimasa yang akan datang. Masyarakat percaya dan berpengharapan kepada Koperasi dan UMKM, dan berharap ada lompatan positif. Pasalnya kiprah dan kontribusi koperasi dan umkm telah terbukti nyata, terutama di perkancahan dunia. Indikatornya, 99 persen lebih pelaku ekonomi nasional adalah pelaku UMKM dan Koperasi, penyerapan tenaga kerja sangat tinggi mencapai angka 97 persen, inilah modal awal, keyakinan koperasi penting dan strategis.

Di era jokowi – JK empat tahun silam,

Koperasi dan UMKM ditempatkan dibidang 4, yakni kebudayaan dan prestasi bangsa, koperasi dan UMKM bukan sekedar bagi hasil atau pendapatan. Koperasi memiliki peran dan fungsi membangun karakter bangsa, budaya bangsa, keunggulan bangsa lebih besar, pungkasnya kepada BB. (Dadan Firmansyah — E-018)***