Mukena Itu untuk Salat

9

   TAHUKAH Anda, berapa harga mukena di Pasar Baru, Bandung? Sangat bervariasi, mengikuti tren mode dan bahan . Mukena dengan tren mode mutakhir dan bahan yang mahal, harganya juga pasti mahal. Mukena  bermotif bordir Tasikmalaya, di Pasar Baru bisa dijual Rp 120.000. Tetapi ada pula mukena sederhana yang dijual dengan harga Rp 50.000 – Rp 75.000 bahkan harga di grosir berkisar antara Rp 35.000 sampai Rp 45.000. Di pasar tradisional dan di kaki lima, banyak mukena yang dijual dengan harga Rp 30.000.

   Mukena dengan harga standar itu sudah sesuai dengan syar’i, dapat digunakan kaum perempuan ketika ikut salat Ied. Lebaran tahun ini tidak mengalami perubahan mode yang signifikan. Mode tahun lalu masih digemari masyarakat. Mukena dengan bunga-bunga besar atau polos dengan vayet yang dikenal dengan muikena buricak burinong, masih diburu orang menjelang Lebaran. Tengok kios-kios pedagang pakaian muslim di Pasar Baru dan di pusat-pusat perbelanjaan, mukena termasuk barang yang diburu orang, baik untuk digunakan pada salat Ied maupun untuk dijual lagi.

    Kalau saja ada orang yang menggunaken mukena berlabel dengan harga fantastis, sebetulnya wajar-wajar saja. Seperti orang berbusana biasa, banyak yang selalu memburu dan diburu mode. Dunia fesyen di mana pun selalu sepertin itu. Namun dalam pelaksanaan ritual keagamaan, pemuka agama selalu menyampaikan, dalam Islam, pakaian bagi laki-laki dan perempuan brefungsi utama melindungi aurat. Aurat laki-laki itu dari lutut hingga pusar. Sedangkan bagi peremuan semua anggota badan, dari kepala hingga telapak kaki, kecuali wajah dan teklapak tangan.Tidak ada larangan orang salat, termasuk salat Ied, dengan menggunakan pakaian atau mukena mahal atau  terlalu murah. Yang dilihat bukan harganya tetapi fungsinya itulah. Bagi perempuan, tidak ada larangan menggunakan mukena dengan harga di atas Rp 100.000. Silakan saja, namun bagimana niatnya. Apakah perempuan itu menggunakan mukena mahal agar dilihat dan dinilai orang sebagai orang kaya, tidajk ketinggakan zaman, atau meledek orang lain yang miskin dan out de mode.? Kalau sudah ada niat seperti itu, ia  berdosa, itulah yang disebut riya. Ibadah salatnya tidak akan berterima di hadapan Allah SWT.

     Bahwa ada berita, artis asal Bogor, Syahrini alias Inces, alias Rabiah Rosiano Barak, berjualan mukena, sama sekali tidak bermasalah. Justrun semangat itulah yang didorong pemerintah, semangat berwirausaha.

     Bahwa harga jualnya sampai Rp 3,5 juta perlembar, sah-sah saja. .

     Bahwa banyak kalangan selebriti yang membeli mukena itu, ya silakan saja. Tinggal bagaimana niat pemakainya ketika akan solat nanti. Pamer, riya, ujub, tekebur? Atau justru menambah khusu dan tawadhu?

     Bahwa mukena Inces itu sampai laris dan habis 5.000 lembar, ya tinggal menghitung saja, berapa sang artis mendapat uang, hanya dari menjual mukena. Coba kita hitung, 5.000 X Rp 3,500.000,- = Rp 17,5 miliar

     Bahwa artis yang sudah kaya raya itu makin kaya, bukan urusanm orang lain. Itu rejekinya yang digelontorkan Allah kepadanya dengan berbagai sebab musabab dan itu merupakan ujian. Apakah ia dapat menjawab semua soal yang diberikan Allah SWT dalam ujian itu atau tidak? Apakah ia akan lulus atau jatuh. Urusannya tinggal apa yang ia simpan dalam hati atau kalbunya

     Ada hikmah yang muncul pada viralnya mukena Inces itu. Ternyata di Indonesia, makin banyak perempuan yang mau menjalankan ibadah sesuai dengan tuntunan agamanya. Masyarakat yang iman dan takwa itu mulai tampak ke permukaan. Semoga imtak itu benar-benar terwujud. Semoga pula, mereka salat dengan niat tulus, bukan hanya karena punya mukena supermahal. Diselamatkan dari unsur riya. Karena itu Islam mengajarkan, perempuan lebih baik solat di rumah tetapi jangan dilarang pergi ke mesjid. ***.

 .