Hati-hati Bahaya “Microsleep” Menimpa Pengemudi Saat Mudik

20

Berkendara jauh terutama saat momen Lebaran membutuhkan konsentrasi tinggi dari pengemudi. Tidak jarang akibat kelelahan yang tak dihiraukan, pengemudi dapat terkena gejala microsleep.

Microsleep adalah kondisi tubuh tidur sekejap, sekitar 2 sampai 30 detik yang kerap terjadi saat otak tidak terstimulasi atau mengalami kebosanan dikala mengemudi.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengungkapkan, ada peran penting yang bisa dilakukan penumpang di dalam kendaraan untuk membantu pengemudi tidak mengalami microsleep.

“Penumpang aktif mengawasi kondisi pengemudi. Tegur bila terlihat lelah atau mengantuk. Aktif memberitahu bila dirasa perjalanan sudah terlalu lama, harus istirahat,” ucap Jusri.

Jusri mengatakan , peran penumpang bisa menjadi navigator diperjalanan. Ini membuat pengemudi aktif, namun tidak melupakan pekerjaan utamanya dalam menyetir kendaraan.

Penumpang sebenarnya dilarang mengajak pengemudi berbicara terlalu lama karena dapat mengganggu konsentrasi pengemudi. Hindari juga memberikan pertanyaan-pertanyaan yang terlalu berat yang membuat pengemudi kehilangan konsentrasi.

“Juga jangan seluruh penumpang mengajak pengemudi berbicara, bisa hilang konsentrasinya. Sesekali saja ajak bicara untuk menghilangkan kejenuhan,” ucap Jusri.

Selain itu, peran penumpang juga dapat menjadi pengawas kondisi kendaraan. Jika ada lampu peringatan menyala atau tanda bahan bakar menipis, beritahukan pengemudi untuk segera menghentikan kendaraan di tempat terdekat dan memeriksanya. (E-002)***