Agung  : Sampah Daur Ulang Mampu Menggantikan Peran Gas LPG

31

BISNIS BANDUNG—Pada tahun 2019 Kementerian Lingkungan Hidup mencatat volume sampah yang dihasilkan penduduk Indonesia mencapai 67 juta ton , 60 % berupa sampah organik yang masih bisa didaur ulang.

Agung Lenggono, Project Manager Program Biogas Rumah mengatakan , melalui program Biogas Rumah diyakini dapat memberikan solusi pemanfaatan sampah organik, khususnya limbah rumah tangga menjadi sumber energi berupa biogas. Dengan prinsip dari dapur kembali ke dapur, Rumah Energi memperkenalkan Biomiru atau Biogas Mini Rumahan, sebagai  sistem daur ulang sampah organik rumah tangga menjadi biogas yang mampu menggantikan peran gas LPG yang harganya semakin mahal.

Menurutnya , berbeda dengan instalasi Biogas Rumah atau Biru yang telah diperkenalkan sejak tahun 2009 dengan konstruksi beton (fixed  dome) yang membutuhkan lahan  cukup luas, tapi untuk  instalasi Biomiru terbilang cukup sederhana, Biomiru hanya membutuhkan lahan seluas 2,5 meter hingga 3 meter persegi, hingga  cocok untuk lingkungan perumahan dengan luas lahan minimalis. ”Dengan memanfaatkan profile tank atau tandon air berbahan fiber sebagai digester dan pipa pvc sebagai tampungan gas, pengguna Biomiru tak perlu lagi membeli gas LPG seumur hidup,” papar Agung Lenggono, baru-baru ini kepada BB.

Dijelaskan Agung , untuk sebuah instalasi Biomiru dengan kapasitas digester 600 liter, dapat menghasilkan biogas untuk memasak selama 1 – 3 jam/ hari. Caranya sangat mudah, cukup dengan memilah sampah organik rumah tangga, seperti sisa makanan, sayuran dan buah-buahan yang sudah tidak layak dikonsumsi , kemudian memasukkannya ke dalam digester. Pada tahap awal pemakaiannya harus ditambahkan limbah kotoran ternak sapi untuk mempercepat proses pembentukan biogas di dalam digester. Selanjutnya, pengguna cukup mengulang proses feeding atau memasukkan sampah organik ke dalam digester secara rutin setiap hari.

Menurut Agung , penggunaan instalasi Biomiru terbilang murah dan ekonomis dengan hasil maksimal. Pengguna Biomiru cukup berinvestasi sebesar Rp 4 juta, selain akan mendapat pelatihan penggunaan dan perawatan Biomiru, buku panduan yang dilengkapi kartu garansi dan 1 unit kompor Biomiru. Garansi instalasi Biomiru berlaku selama 2 tahun sedangkan garansi apliansi diberikan untuk 1 tahun.

“Dengan memiliki Biomiru, pengguna tidak hanya mendapatkan gas gratis seumur hidup namun juga turut berkontribusi mengurangi produksi sampah,”pungkas Agung. (E-018)***