Di Nepal Jenazah Dicelupkan ke Sungai Untuk Mengakhiri Siklus Reinkarnasi

8414

Kurangnya persiapan dan perijinan trekking yang tidak sempat diurus serta keterbatasan waktu yang kami miliki, akhirnya kami putuskan kali ini hanya mengunjungi lembah Kathmandu dan kota-kota di sekitarnya saja. Kami mengarahkan petualangan ke Kathmandu untuk mengunjungi Kathmandu Durbar Square (semacam Alun-alun) yang dibangun sekitar abad ke 3 Masehi, selain obyek enam keajaiban dunia di lembah Kathmandu yang memiliki keunikan . Salah satu yang paling unik adalah Kuil Pashupatinath yang letaknya tidak jauh dari Bandara Tribuvhan. Kuil ini merupakan kuil terbesar dan sangat sakral bagi umat Hindu di Nepal. Di sebelah timur kompleks kuil ini terdapat tempat kremasi jenazah dan sungai suci Bagmati. Pemeluk Hindu di Nepal memiliki kebiasaan membawa jenazah keluarga atau kerabat mereka untuk dibersihkan atau dicelupkan terlebih dahulu jenazahnya di sungai Bagmati. Selanjutnya di kremasi di tempat yang sama, tradisi ini dipercaya dapat mengakhiri siklus reinkarnasi jenazah tersebut.Di area kuil Pashupinath juga akan kita jumpai beberapa Sadhu, mereka adalah para biksu pertapa yang trampil melakukan gerakan yoga dan mengembara guna mendapatkan pembebasan dari siklus kematian dan reinkarnasi mereka dengan cara bermeditasi. Apabila seorang Sadhu meninggal dunia, tubuhnya tidak akan di kremasi seperti pemeluk Hindu pada umumnya , jenazahnya dikubur di dalam tanah. Para Sadhu memiliki penampilan yang sangat unik dengan ciri khas lukisan kuning pada tubuhnya.

Kemudian Swayambunath, Boudhanath dan Changu Narayan merupakan tiga kuil lain di lembah Kathmandu yang masuk kedalam situs budaya yang dilindungi UNESCO, sedangkan dua Alun-alun kota bersejarah lainnya yang masuk kedalam tujuh keajaiban dunia adalah Bhaktapur Durbar Square dan Patan Durbar Square, kedua Alun-alun kota ini memiliki tampilan kurang lebih sama dengan Kathmandu Durbar Square, hanya saja keduanya berada di Kota Baktaphur dan Patan (Lalitpur) yang dahulunya merupakan dua kerajaan berbeda dengan kerajaan di Kathmandu. Melihat keramahan penduduknya, sambil menikmati Himalayan Chai Tea hangat serta mendengarkan alunan Sarangi, alat musik tradisional yang membawakan lagu Nepal terkenal Resham Firiri yang merdu mendayu , meninggalkan kesan dan keunikan. Sangat disayangkan banyak objek wisata yang tampak semrawut dan rusak karena terkena dampak kedahsyatan gempa bumi yang mengguncang Nepal pada 25 April 2015 lalu.

Bila anda berkunjung ke Nepal , pilihlah hotel yang berkategori sangat baik berdasarkan review tamu yang pernah berkunjung. Hal itu karena letak dan kebersihan dari hotel di Nepal banyak yang penampilan maupun kebersihannya kurang nyaman untuk tamu. Selain itu hotel – hotel bagus di Nepal sering terjadi pemadaman listrik, sebab itu pastikan powerbank batereinya penuh atau recharge handphone saat listrik menyala karena kita tidak bisa memastikan kapan waktu pemadaman listrik dilakukan. Kemudian , hati-hati dengan jasa guide di setiap tempat wisata, kebanyakan dari mereka awalnya menjanjikan upah yang tidak mahal , tapi saat selesai memandu seringkali dengan sedikit memaksa meminta imbalan jasa yang jauh lebih mahal dari yang disepakati. ***