SMA Dan SMK SEJABAR Serentak Simulasikan PPDB

24

Sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan sejawa barat, serentak mensimulasikan penerimaan peserta didik baru atau PPDB, kamis pagi. Simulasi dilakukan, untuk mengetahui kekuatan server utama, dan melihat kendala yang dialami tiap sekolah dalam hal menggunakan sistem aplikasi PPDB Online.

Seperti inilah suasana simulasi penerimaan peserta didik baru atau PPDB di sma negeri dua bandung, kamis pagi. Simulasi dilakukan serentak di SMA dan SMK sejawa Barat, baik pelayanan maupun sistemnya, untuk mengontrol kesiapan masing-masing sekolah. Menurut sekretaris dua panitia PPDB Jabar 2019, Edy Purwanto, hingga kamis ini dirinya belum menemukan kendala yang berarti, hanya perlu ditingkatkan pemahaman operator terhadap aplikasi yang digunakan. Dirinya meminta para orangtua siswa menggunakan waktu seefektif mungkin, dan tidak perlu berdesakan di hari pertama pendaftaran. Para orangtua diimbau agar menggunakan jalur yang wajar selama 6 hari masa PPDB, dengan mengenali zonasi dan potensi anaknya.

Menurut kepala sekolah menengah atas negeri dua bandung, Yanyan Supriatna, setelah melakukan simulasi, dirinya akan meningkatkan beberapa hal, diantaranya jumlah komputer. Hal tersebut melihat setiap orang bisa memakan waktu 10 hingga 15 menit saat proses pemeriksaan berkas dan penentuan koordinat.

Salah satu orangtua siswa yang mengikuti simulasi tersebut, mengapresiasi sistem zonasi yang diterapkan. Dirinya pun yakin, anaknya diutamakan dalam sistem zonasi tersebut, karena lokasi rumahnya yang tidak terlalu jauh dari Sma Negeri 2, yaitu di daerah Cisitu Lama.

PPDB Sma Sejabar akan dimulai pada 17 juni 2019. Untuk PPDB tersebut, menggunakan alur 4 area, yaitu pelayanan informasi, pelayanan pemeriksaan berkas dan penentuan koordinat domisili, input data, dan verifikasi.

Budi Hartati, Bandung Tv.