Harjono, S.Pd.,MM. Humas dan Protokol Tidak Miliki Tanggal Libur

48

Harjono, S.Pd.,MM., lahir di Tegal-Jawa Tengah, 10 Juli 1970, dan merupakan anak dari pasangan Handoyo (Alm) dengan Turningsih (Almh) ini, kini bertugas sebagai Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Kearsipan dan Perpustakaan Pemerintah Daerah Kota Cimahi.

Suami dari Noor Qodariah, S.Pd. (46) ini, mengawali kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak 01/01/1992, Ikatan dinas Depdikbud di program D3 Kimia, FMIPA, IPB, dan mendapat penempatan pertama sebagai guru di SMA Negeri 3 Bima NTB.   Kemudian, pada tahun 2003 ia pindah ke Pemkot Cimahi,  dan ditempatkan sebagai staf / pelaksana di Dinas Pendidikan.  Tahun 2006,  Harjono mendapat promosi jabatan sebagai Kasi Bangrier di KKD, dan 2007 ia menjadi Kasi PAP di Kantor Dainfokom, 2009 menjadi Kabag Humas dan protokol  Setda Cimahi, 2013 menjadi Sekretaris Dispenda, 2015 menjadi Kepala KAPPDE, dan Desember 2015 Harjono diangkat menjadi Kepala BKD, hingga tahun 2018 akhir ia menjabat sebagai Kepala Diskominfoarpus.

“Saya menjadi menjadi ASN, mungkin karena latar belakang keluarga saya, pasalnya kebetulan ibu saya adalah PNS yang menjadi guru SD, dan turut mendorong anak-anaknya menjadi PNS,” ungkap Harjono kepada BB di Bandung.

Ayah dari Madhani Pradiptha Nugroho (21) dan Muhammad Azmi Nugraha (16) ini menuturkan, selama menjadi ASN, penugasan yang paling berkesan baginya adalah, ketika ia menjabat sebagai Kabag Humas dan Protokol Pemkot Cimahi, karena tidak ada tanggal merah (libur) dalam kalender bagi Humas dan Protokol.  Harjono juga menjelaskan, awalnya ia tertarik untuk menjadi Kabag Humas dan Protokoladalah,  karena ia banyak bergaul dengan berbagai narasumber dari berbagai bidang, seperti dari media masa.  Bagi Harjono, rekan-rekan wartawan merupakan kawan seperjuangannya.

Harjono juga mengungkapkan,  ia sudah 27 tahun lebih mengabdikan diri sebagai ASN/PNS, dan ia juga banyak memiliki pengalaman  positif maupun negatif.

“Pengalaman positif, yakni saat saya menjadi penyusun naskah sambutan bahan expose Kepala Daerah dan menjadi koordinator penyusun naskah dinas.  Kita bisa memberi masukan kepada pimpinan, berdasarkan isu yang berkembang di media masa, pengaduan maupun informasi dari masyarakat, untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi pimpinan daerah dalam menetapkan kebijakan.  Kita juga bisa mengingatkan pimpinan bila ada info yang salah dari suatu pihak, yang mana pihak itu hanya mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompoknya,” ujar Haryono.

“Sedangkan pengalaman negatif yang dialami, yakni ketika ada sengketa dengan pemohon informasi.  Seperti ketika saya bertugas di BKD.  BKD  pernah diadukan ke Ombusman dan KASN, dengan tuduhan maladministrasi dalam pengangkatan PNS untuk jabatan struktural.  Padahal, semua itu sudah kami lakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan hasil konsultasi, sekaligus atas rekomendasi dan petunjuk KASN dalam pelaksanaan seleksi JPT, berdasar hasil koordinasi dengan BKN Kanreg Bandung.  Yang paling-paling tidak enak dan ekstra menekan perasaan adalah, saat harus memproses hukuman bagi PNS yang  melakukan pelanggaran disiplin. Bahkan harus memproses administrasi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) bagi PNS di lingkungan Pemkot Cimahi, akibat dari meninggalkan pekerjaan (tidak masuk kerja).  Bila terlibat pidana umum maupun tipikor, maka hukuman pidananya akan lebih dr 2 tahun.  Sedih rasanya bila harus memprosesnya, apa lagi ada yang misalnya ASN itu hanya tinggal 2 tahun lagi akan memasuki masa pensiun,” tutur Harjono.

Orang nomor satu di Dinas Komunikasi Informatika, Kearsipan dan Perpustakaan Pemerintah Daerah Kota Cimahi ini mengaku bahwa, kemampuannya dalam bekerja dilatarbelakangi oleh pendidikan formalnya.

“Pendidikan formal saya itu berbagai macam, yakni ada ilmu Tehnologi Hasil Pertanian dari SMT Pertanian, juga kuliah pada jurusan kimia di IPB, serta pendidikan kimia di UT maupun MSDM.  Saat di SMT dan IPB, saya mendapat mata kuliah ilmu komunikasi.  Juga ada  mata kuliah media instruksional, cara membuat film slide, pister dan lain-lain,” ungkap Harjono.

Menurutnya, semua ilmu itu sangat besar manfaatnya untuk tugasnya di Bagian Humas  KAPPDE, dan Diskominfo.  Ketika kuliah di IPB, ia juga mendapat mata kuliah pengantar ilmu komputer sebanyak 3 SKS, maupun pengantar ilmu PIP.

Penggemar warna biru ini menambahkan, saat ini beberapa program akan segera digulirkan oleh Dinas Komunikasi Informatika, Kearsipan dan Perpustakaan Pemerintah Daerah Kota Cimahi, yang berupa program jangka pendek maupun menengah, yakni bersama  SKPD lain akan mengawal implementasi SPBE (sistem pemerintahan berbasis elektronik), dan juga bersama SKPD lain akan mengawasi pelaksanaan masterplan smart city di Cimahi (Cimahi adalah 1 dari 100 kabupaten / kota yang ikut program smart city di Indonesia).

(E-018)***