Situs – Situs Bersejarah di Majalengka Peninggalan Prabu Siliwangi

2743

Kabupaten Majalengka memiliki sejarah peradaban sejak masa kerajaan di Nusantara. Bahkan di kawasan ini pernah berdiri beberapa kerajaan yang mewarnai peradaban Sunda.Dari rentang panjang sejarah Majalengka banyak peninggalan budaya , berupa benda,bangunan maupun lokasi.

Beberapa tinggalan budaya ini bisa kita nikmati hingga saat ini ,di antaranya Hutan Lindung Patilasan Prabu Siliwangi yang berada di Kelurahan Pajajar, Kecamatan Rajagaluh seluas 3 hektar. Lokasinya dari pusat kota Majalengka kurang lebih sekitar 21 km. Pada zamannya Patilasan Prabu Siliwangi merupakan suatu tempat peristirahatan Prabu Siliwangi dan konon menurut masyarakat tempat tersebut sekaligus merupakan tempat menghilangnya Prabu Siliwangi. Dalam kawasan wisata itu terdapat dua talaga (Talaga Emas dan Talaga Pancuran) yang oleh masyarakat airnya dianggap suci , sehingga ketika akan melakukan suatu acara ritual  di patilasan  , pengunjung diharuskan mandi bersih di dua talaga tersebut. Selain talaga dan patilasan Prabu Siliwangi, d ikawasan yang kini menjadi obyek wisata itu juga terdapat pohon bambu peninggalan Soekarno yang dari tahun ke tahun tetap berjumlah 5 buah (tumbuh 1, mati 1) serta ada kolam pemandian bagi pengunjung. Selain keindahan alam, pengunjung dapat menyaksikan kera-kera liar di sekitar kawasan  dan berbagai jenis ikan langka yang terdapat di balong Cikahuripan. Di kawasan ini tersedia arena outbond (camping), kolam renang dan Situ Cipadung yang berbatasan langsung dengan Desa Indrakila Kecamatan Sindang.

Peninggalan budaya lainnya adalah Sumur Sindu. Terletak di Desa Sumber Wetan Kecamatan Jatitujuh berjarak tempuh kurang lebih 37 km dari pusat kota Majalengka seluas 150 meter. Objek wisata ini merupakan peninggalan budaya berupa sebuah sumur keramat yang airnya dipercaya oleh masyarakat sekitar untuk membersihkan atau mensucikan diri. Akses menuju lokasi  kurang begitu baik , selain belum adaa angkutan umum yang menuju lokasi. Fasilitas di objek wisata budaya ini sangat kurang. Namun pengunjung yang datang ke lokasi wisata budaya ini cukup banyak, terutama pada malam Jumat Kliwon rata-rata antara 40 – 50 pengunjung, bahkan pada bulan Mulud lebih banyak lagi . Pengunjung  sering disuguhi pihak pengelola (kuncen) berupa kesenian wayang kulit . Tiket masuk ke lokasi hanya sebatas infak.

Kemudian kawasan Sumur Dalem seluas 100 meter persegi  terletak di Desa Pilangsari Kecamatan Jatitujuh ,berjarak  sekitar 33 km dari pusat kota Majalengka .  Obyek wisata itu merupakan obyek wisata budaya berupa sebuah sumur yang airnya dipercaya oleh masyarakat memiliki berkah. Akses menuju lokasi , jalanannya rusak dan belum adanya angkutan umum . Selain lokasinya berada di tengah hutan yang jauh dari permukiman penduduk. Pengunjung yang  menuju  tempat wisata Sumur Dalem akan diantar oleh juru kunci (kuncen). (E-001) ***