Aturan Pasang Kaca Spion

49

Kendaraan bermotor ,mobil, atau  sepeda motor dilengkapi dengan kaca spion , fungsinya untuk melihat obyek di belakang yang penggunaannya harus sesuai persyaratan dan peraturan yang berlaku.

Mengutip Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2012 Pasal 37, kaca spion kendaraan bermotor untuk mobil ataupun sepeda motor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 huruf b harus memenuhi dua persyaratan.

Spion berjumlah 2 buah atau lebih,  dibuat dari kaca atau bahan lain yang dipasang pada posisi yang dapat memberikan pandangan ke arah samping dan belakang dengan jelas tanpa mengubah jarak dan bentuk obyek yang terlihat.

Khusus untuk sepeda motor, bagi pengendara yang kendarannya tidak memakai spion atau hanya satu bisa dikenai sanksi. Pasalnya, penggunaan spion pada motor  diatur dalam Undang-undang (UU).

Sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan spion bisa dikenakan sanksi berupa denda Rp 250.000 karena telah melanggar UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Jenis kaca spion yang dipakai tidak bisa sembarangan karena harus bisa membuat obyek belakang terlihat jelas. Tak jarang pemilihan spion aftermarket  tak sesuai dengan standar pabrikan.

Standar yang dimaksud mulai dari bahan yang dipakai, hingga bentuknya . Spion harus mampu menangkap citra objek di belakang secara luas, sehingga tidak menyulitkan pengendara untuk melihat kondisi di belakang.

Sebaiknya, pilih spion dengan kaca  cembung dan memberikan penglihatan yang lebih jelas serta bisa meminimalisasi blind spot.

Selain penunjang keselamatan, spion juga merupakan aksesori penambah nilai estetika. Pilihlah spion yang sesuai dengan selera, gaya motor yang diterapkan. Tapi selain itu, pantulan dari kaca spion juga harus jelas. (E-002/BBS)***