Misteri Gunung Tertinggi Di Dunia Para Pendaki Mati Di Zona Kematian

1064

         Gunung Everest menjadi gunung tertinggi di dunia .  Di Nepal, gunung ini disebut Sagarmatha (bahasa Sanskerta untuk sebutan Kepala Langit) dan dalam bahasa Tibet Chomolangma atau Qomolangma (Bunda Semesta) . Gunung ini mendapatkan nama Everest  diambil dari nama Sir George Everest. Nama ini diberikan oleh Sir Andrew Waugh, surveyor-general India berkebangsaan Inggris, penerus Everest. Puncak Everest merupakan salah satu dari tujuh puncak di dunia (Wikipedia). Radhanath Sikdar, juru ukur dan pakar matematika dari Bengal, merupakan orang pertama yang menyebut Puncak Everest sebagai puncak tertinggi melalui perhitungan trigonometrik pada 1852. Perhitungan ini dilakukan menggunakan teodolit dari jarak 150 mil jauhnya di India.

         Menurut catatan, orang yang pertama kali berhasil mendaki puncak gunung Everest adalah Edmund Hillary dan Tenzing Norgay pada  29 Mei 1953. Namun, beberapa orang percaya jika masih ada pendaki gunung Everest lain sebelum mereka berdua. Pada tahun 1924, seorang bernama George Mallory dan teman pendakinya Andrew Irvine melakukan ekspedisi pertama pada gunung Everest. Mereka berdua terakhir terlihat pada tanggal 8 Juni 1924 berada di sekitar bawah puncak gunung. Namun kemudian mereka berdua menghilang dan meninggalkan misteri selama bertahun – tahun. Sehingga menimbulkan pertanyaan, apakah mereka berdua berhasil menjadi yang pertama sebelum Hillary dan Norgay atau mereka menghilang di  puncak gunung, semua masih misteri. Pada tahun 1999, sebuah tim pendakian mencoba mengungkap misteri dari Mallory di ketinggian lereng Everest. Mereka berhasil menemukan jasad yang diduga merupakan Mallory.

          Pada tahun 1955, sebuah tim yang berasal dari India melakukan survey terkait dengan gunung Everest untuk memperoleh hasil pengukuran mengenai tinggi gunung. Menggunakan peralatan terbaik saat itu, mereka memperkirakan tinggi gunung ini sekitar 29.029 kaki atau setara dengan 8.848 meter di atas permukaan laut. Namun, pada tahun 1999 tim yang berasal dari National Geographic meletakan peralatan berupa GPS di puncak Everest dan mencatat ketinggian gunung tersebut yaitu 29.035 kaki atau 8.849 meter.Pada tahun 2005, sebuah tim dari China mengunakan peralatan yang canggih untuk mengukur ketinggian gunung tanpa es dan salju yang diakumulasi di puncak. Mereka mengdapatkan data berdasarkan perhitungan batuan saja dengan hasil 29.017 kaki atau 8.844 meter. Lalu berapa perhitungan ketinggian yang pasti? Sampai sekarang ketinggian resmi gunung Everest yaitu 29.029, akan tetapi perlu dilakukan perhitungan kembali setelah terjadi gempa pada tahun 2015 yang pastinya berpengaruh pada ketinggian gunung.Selama berlangsungnya pendakian ke puncak Everest sejak tahun 1969, sedikitnya satu orang mati di tiap tahunnya. Kematian biasanya disebabkan karena frostbite, tersesat, mati lemas, kelaparan dan hipotermia. Sebagian besar orang meninggal ditemukan pada ketinggian 7.500 meter sehingga kawasan tersebut dikenal dengan zona kematian. Sedangkan dokter tersedia  berada di ketinggian 5.400 meter. (E-001/BBS) ***