Dani Gusnadi, SE.MM. Menularkan Virus Kewirausahaan

35

Dani Gusnadi, SE.MM., lahir di Bandung 9 Agustus 1979. suami dari Susi Masitoh (36) ini, kini menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bandung.

Ayah dari Muhammad Yazid Qolyuby Gusnadi, Syahoya Salwa Qolyuby Gusnadi, Muhammad Baihaqi Qolyuby Gusnadi dan Syafika Nurulhusna Qolyuby Gusnadi ini mengemukakan, tujuan awal mencalonkan diri menjadi Ketua HIPMI adalah supaya bisa berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi, terutama di bidang kewirausahaan.  Sebagai pelaku usaha, ia merasa terpanggil untuk berbagi kepada para pemuda tentang ilmu kewirausahaan.  Walau Dani Gusnadi baru sembilan bulan menjabat sebagai Ketua HIPMI, namun kiprahnya di kepengurusan HIPMI sudah berjalan 10 tahun.  Menurut Dani, untuk strategi dalam kepengurusan, ia lebih mengutamakan kwalitas daripada kuantitas.

“Selama beberapa bulan menjadi Ketua HIPMI,  HIPMI Kabupaten Bandung sudah bisa menjadi mitra strategis pemerintah, dengan seringnya HIPMI dilibatkan dalam forum-forum resmi, terkait dengan kebijakan dan arah perekonomian di Kabupaten Bandung,” ujar Dani.  Ia juga bekerjasama dengan sesama anggota HIPMI di seluruh Nusantara, baik pengusaha lokal maupun nasional.

Dikemukakannya juga, kepengurusannya saat ini akan menjadi kiprahnya terakhir dalam kepengurusan HIPMI, karena aturan batas usia maximal di 41 tahun.  Selain HIPMI, Dani Gusnadi juga aktif di kepengurusan Asosiasi Perusahaan Perdagangan Barang Distributor dan Keagenan Indonesia (Ardin) Jabar, kemudian sebagai Ketua Balad Rancaekek Bagus (BRB), pengurus Rancaekek Community, pembina gradasi foundation, serta sebagai dosen tetap di STEMBI.

Penganut moto hidup “Berbagi dan bermanfaat” ini mengatakan, dirinya juga akan mengajarkan kepada anak-anaknya untuk berorganisasi, karena dengan berorganisasi kita bisa banyak belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik, serta bisa berinteraksi dengan sesama, selain berbagi pengalaman, kebaikan serta belajar menjadi pemimpin yang baik.

Tugas dan wewenang HIPMI secara internal adalah, mendorong pengurus dan anggota untuk bisa mengembangkan bisnisnya.  Sedangkan secara external, kita berusaha untuk bisa bermanfaat sekaligus berbagi terkait penyebaran  kewirausahaan, dan juga membantu pemerintah dalam mendorong perekonomian di Kabupaten Bandung  agar lebih maju, mandiri serta berdaya saing. Program jangka pendek HIPMI Kabupaten Bandung adalah, meningkatkan kualitas pengurus maupun anggota dalam menjalankan bisnisnya.  Sedangkan program jangka menengahnya adalah, fokus mengembangkan ilmu kewirausahaan melalui  program HIPMI goes to school dan HIPMI goes to campus.

Menurut Dani, HIPMI sangat berperan dalam perekonomian dan pembangunan di Indonesia, terbukti dengan banyaknya kader terbaik yang berkontribusi di pemerintahan,  seperti presiden Jokowi yang  mantan Ketua HIPMI Solo, dan Sandiaga Uno mantan Ketua HIPMI Pusat.

Peran serta pemerintah dalam keberpihakannya terhadap sektor wirausaha, berjalan dalam bentuk program, diantaranya, program WUB wirausaha baru yang sangat bermanfaat dalam mencetak wirausaha yang lebih terstruktur dan berkualitas.

Sebagai Ketua Umun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia  (HIPMI) Kabupaten Bandung saat ini, Dani juga memiliki bidang usaha percetakan, digital printing, barbershop serta kuliner.

“Usaha percetakan dan digital printing saya jalani sejak tanggal 09/09/2009 ,” ungkapnya.

Dani mengakui, core bisnis nya adalah percetakan dan digital printing.  Sedangkan side bisnisnya adalah kuliner dan barbershop.  Ia merasa, bisinis percetakan mempunyai tantangan yang dinamis, karena kita harus terus meng-upgrade skill dan knowledge, serta teknologi.

“Usaha atau profesi yang saya jalani saat ini, tidak ada kaitannya dengan latar belakang pendidikan maupun keluarga.  Sedangkan untuk bisa meningkatkan kapasitas usaha, haruslah disertai dengan kemampuan pengelolaan manajemen dengan leadership yang mumpuni, dan itu saya dapatkan dari pendidikan formal maupun informal, serta pengalaman dalam berorganisasi,” ungkap Dani.

Ditambahkannya, pengetahuan manajerial perusahaan dan produksi didapatnya dari pendidikan formal maupun non formal, serta dari lingkungan organisasi, sekaligus juga dari cerita pengalaman rekan-rekan pengusaha.

“Untuk membagi waktu antara aktifitas usaha dan berorganisasi, saya selalu disiplin dan menanamkan sikap bahwa, setiap aktifitas harus dikerjakan secara tuntas.  Saya akan membagikan ilmu kewirausahaan kepada anak-anak saya, agar mereka bisa meneruskan bisnis yang saya bangun. Saya akan terus fokus terhadap bisnis yang sudah dijalankan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan, serta terus berdoa,” pungkas Dani Gusnadi.

(E-018)***