Kawasan Ekonomi Khusus Jatigede  Segera Terwujudkan

321

BISNIS BANDUNG – Usulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Jatigede yang telah diusulkan dan sekaligus menjadi target  Pemkab Sumedang untuk mewujudkan destinasi wisata terkenal nomor satu di Sumedang, mendapat respon positif setelah hari Jum’at  (21/6/2019), Dirut Internasional Tourism Development Corporation (ITDC) Edwin Darma Setiawan bertemu  Bupati dan Wakil Bupati Sumedang di Gedung Negara Pemkab Sumedang.
Pada kesempatan itu, Bupati Dony menjelaskan  secara lengkap tentang potensi Kawasan Ekonomi Khusus Jatigede, termasuk secara geografi yang meluas dengan pembangunan daerah . Bupati juga menyampaikan hal tersebut  sejalan dengan visi Kabupaten Sumedang  dalam upaya mewujudkan program nasional dalam mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Potensi wisata, menurut Dony sedikitnya memiliki 3 prasyarat, yaitu aksesibilitas,  atraksi dan amenitas.  “Insya Allah kami sudah memenuhi semua itu,”ujar Dony kepada wartawan usai pertemuan dengan Dirut ITDC.

Dirut ITDC, Edwin Darma Setiawan mengaku puas dengan presentasi Bupati.  Bahkan dengan penjelasan Bupati tentang aksesibilitas, Edwin menyambut baik, karena itu prasyarat utama yang akan menarik investor dan visitor.
Menurutnya, melihat potensi kawasan Sumedang ,  potensinya sangat bagus karena terdapat aksesibilitas dukungan Tol Cisumdawu. Kelak menuju Bandara Kertajati bisa ditempuh sekitar 30 menit dari Sumedang.

“Saya pikir dari sisi atraksinya juga kelasnya sudah internasional dengan adanya event paragliding yang akan menjadi annual event. Ini sangat membantu untuk mengembangkan destinasi wisata unggulan baru di Jawa Barat. Saya rasa ini potensi sangat besar  yang bisa dikembangkan bekerjasama dengan ITDC,” katanya.
Edwin  berharap dengan segala potensi yang sudah ia tangkap dari pemaparan Bupati , bisa menjadi angin segar bagi iklim investasi di Sumedang.
“Mudah-mudahan kita bisa mendorong kawasan ini menjadi destinasi baru yang menyandang gelar  KEK Pariwisata Sumedang, dan mudah-mudahan  bisa mendapatkan investasi, terutama investasi asing ,” ucapnya.

Edwin  menyebut, sebelumnya harus ada business plan dan master plan dengan konsultan world class, visibility study sebagai syarat. Kawasan itu harus bisa menarik investasi asing untuk membantu pendapatan devisa negara.
“Jadi Jatigede ini sudah ada spot tourism, yaitu paragliding, kemudian motor sport dan mungkin  konsep-konsep lainnya yang bisa menumbuhkan kesan positif bagi kawasan pariwisata ini,” tutur Edwin.
“Mungkin kalau fix, kita akan lakukan kerjasama melalui  MoU, kemudian bisa bekerjasama dengan pengusaha daerah dan ada branding dari ITDC. Sehingga  semua atraksi yang mendatangkan wisatawan lokal  maupun mancanegara bisa menjadi nilai tambah,” ungkap  Edwin.

Sementara itu menurut Sekertaris daerah (sekda) Sumedang, Herman Suryatman mengatakan,
terkait hal ini Direktur Pengembangan ITDC siap bekerjasama dengan Pemkab. Sumedang untuk meneruskan usulan KEK Pariwisata Jatigede ke Dewan KEK nasional. ” Insya Allah awal Juli akan ditandatangi MoU-nya, mudah-mudahan lancar ,” ujar Herman kepada wartawan. (E-010)***