Baku Tembak Antar Gangster dan Penjara Al Catraz Menghentikan Perjalanan Kami

26

Perjalanan dari Kota Billings menuju Bismark , terhenti kurang lebih satu jam karena ada baku tembak antar gangster yang terjadi di daerah hutan pinus. Suasana sangat mencekam, desingan peluru yang dimuntahkan senjata dua kubu gangster yang “bertempur” menghinggapi para pengendara yang melintas kawasan tersebut yang dihentikan perjalanannya oleh polisi.

Kami yang menggunakan sepeda motor Harley Davidson untuk menghadiri HUT HD ke 75 (Sturgis) , hanya berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari bencana yang menghadang perjalanan kami. Selain menggunakan mobil , polisi juga menggunakan helikopter melakukan upaya menghentikan baku tembak. Setelah melihat polisi berdatangan, kelompok gangster yang berseteru melarikan diri menggunakan mobil masing-masing. Mereka tampaknya ketakutan berhadapan dengan para penegak hukum.Dari Indonesia , saya dengan Daniel , berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta tujuan Los Anggeles. Tiba di LA , sekitar pukul 08.00 waktu setempat , di kota ini kami menginap semalam sebelum melanjutkan perjalanan ke San Fransisco dengan jarak tempuh kurang lebih 740 kilometer. Selama perjalanan menuju San Fransisco , kami melintasi daerah pantai dan bukit hutan pinus yang memiliki pemandangan indah.
Saat melaju jalanan yang berdampingan dengan pantai, terlihat puluhan anjing laut berada di hamparan pasir . Disini , kami kembali harus menghentikan laju kendaraan , bukan karena ada baku tembak antar gangster . Tapi rombongan beruang tengah menyeberang jalan. Sebelum memasuki kawasan yang menjadi tempat beruang , terdapat rambu-rambu yang mengingatkan para pengendara agar berhati-hati, karena jalanan sering dilewati sekelompok beruang.

Tidak diperkenankan membunyikan klakson , karena beruang akan terkejut dan menyerang. Saya, ngeri melihat beruang yang besarnya hampir segede sapi. Bahkan ada salah satu beruang yang “mendengus” dalam posisi berdiri, tingginya kira-kira dua meter. Selain kelompok beruang, juga srigala yang satu kelompoknya antara lima sampai 10 ekor. Tapi melihat srigala yang melintas , tidak sengeri saat melihat kelompok beruang. Kami beristirahat , setiap jarak tempuh kurang lebih sudah mencapai 300 kilometer. Udara dingin (sekira 16 derajat celsius) dan angin kencang , kami banyak minum ditambah makan roti . Setelah menempuh perjalanan selama 12 jam , kami tiba di San Fransisco sekitar pukul 20 waktu setempat .
Di San Fransisco, kami tidur di hotel (kawasan) Golden Gate Area. Di daerah ini, kami sempat berwisata untuk melihat penjara Al Caltras yang kesohor ke seluruh dunia, karena dijadikan penjara bagi narapidana kelas “hiu” .

Perjalanan hari kedua, dari San Fransisco menuju Eugene sejauh kurang lebih 1000 kilometer. Laju kecepatan motor kami antara 100 – 150 kilometer/jam dengan terpaan angin sangat kencang . Para pengendara di daerah ini sangat tertib. Hingga kami yang memacu kecepatan tidak riskan oleh pengendera lain yang membawa kendaraannya “guluang –galeong” mendahului dari kiri atau ulah pengendara yang bisa mencelakakan pengendara lain . Menuju Eugene , kami melintasi penggunungan dengan lajur jalan naik turun. Tiba di Eugene sekitar pukul 21, setelah menempuk waktu selama 14 jam. Di kota kecil ini , kami menginap di rumah perkampungan penduduk yang biasa disewakan seharga 97US$/malam atau jika tidak kebagian rumah (kamar) , bisa menyewa tenda yang disediakan penduduk setempat dengan tarif 16 US$ .

Perjalanan masih berlanjut, dari Eugene kami menuju Spokane (500 km) , kemudian menuju Kota Billings , daerah yang memiliki hutan lindung dengan suhu udara sekira 15 derajat celsius. Daerah ini banyak hidup ular berbisa . Pemerintah setempat banyak menempatkan papan pengumuman berisi himbauan , agar pengendara tidak berhenti di sembarang tempat sekitar hutan lindung untuk menghindari patukan ular berbisa. Perjalanan menuju Billings yang wilayahnya tidak lebih besar dari Kota Cianjur , paling melelahkan, walau jalannya lurus, tapi jarang SPBU.

Dalam perjalanan dari Billings menuju Bismark kurang lebih sejauh 600 kilometer . Bismark merupakan kota kecil yang kaya minyak. Disini banyak orang Indonesia yang bekerja di kilang-kilang minyak. Menempuh perjalanan sekitar 500 kilomter , kami tiba di South Dakota , lokasi tempat bertemunya mania motor Harley Davidson dari seluruh penjuru dunia atau disebut Sturgis. Di daerah ini , kami menginap selama empat hari. Pertemuan diisi acara, antara lain kontes motor, lomba ketangkasan motor/mobil dengan hingar bingar musik yang diikuti lebih dari 500.000 mania HD . (Dudi) ***