18,8 Ton Bibit Bunga Impor Dimusnahkan

11

Balai Karantina Kementrian Pertanian, memusnahkan 18,8 ton bibit umbi dari tujuh varietas lilium, atau bunga lili, yang diimpor dari Belanda, di kawasan Pangalengan Kabupaten Bandung. Pemusnahan dilakukan dikarenakan bibit umbi lilium tersebut terinfeksi virus serta bakteri yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman lainnya.

18,8 ton bibit umbi dari tujuh varietas lilium, yang di impor dari belanda, dimusnahkan dengan cara di bakar, oleh Badan Karantina Kementrian Pertanian, dikawasan Pangalengan Kabupaten Bandung. Bibit umbi dari tujuh varietas lilium ini di masunhakan setelah terinfeksi virus SLRV atau strawberry latent ringspot dan bakteri rhodococcus fasciana. Ketujuh varietas lilium tersebut ialah cassini, concador, corvara, crystal blanca, lake carey, motezuma, dan jenis sorbonne. Seluruh bibit umbi lilium tersebut masuk melalui jalur laut dipelabuhan tanjung mas, yang telah di beli oleh salah satu perusahaan pembudidayaan dan penjualan bunga lili di kawasan Pangalengan.

Virus SLRV biasanya menginfeksi tanaman strawberry dan tanaman buah lainnya, virus tersebut sulit untuk dikendalikan dikarenakan tidak dapat terditeksi secara kasat mata. Seperti pada timun, gejala yang muncul berupa daun keriting, dan tanaman menjadi kerdil. Sementara bakteri rhodococus fascians, mengakibatkan tanaman menjadi kerdil, pertumbuhan berlebihan.

Selain itu kerugian ekonomi berulang akibat virus dan bakteri tersebut dapat menurunkan hasil panen dan nilai tanaman sehingga meningkatkan biaya produksi. Sebelum di musnahkan bibit lili tersebut telah diasingkan selama 2 bulan dan disimpan di cool storage.

REZYTIA PRASAJA, BANDUNG TV.