Polda Jabar Tangkap Ustadz Rahmat Baequni Kasus Penyebaran Berita Hoax

358

Direktorat Reserse Kriminal Khusus, menangkap seorang penceramah, Ustad Rahmat Baequni, akibat penyebaran berita bohong atau hoaks, tentang kematian ratusan petugas KPPS karena diracun. Hal itu ia sampaikan saat berceramah, di salah satu masjid di kota Bandung. Dalam ceramahnya, Rahmat Baequni menyebut jika 390 orang yang meninggal usai pencoblosan, akibat diracun.

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, menggelar pres konferens terkait penyebaran berita bohong atau hoaks. Pelaku yang diamankan yakni penceramah Ustad Rahmat Baequni, yang diduga telah menyebarkan berita kebohongan, yang mengatakan jika ratusan petugas KPPS, meninggal akibat diracun. Hal itu ia sampaikan saat berceramah di hadapan ratusan jemaah, di salah satu masjid di Kota Bandung. penangkapan dilakukan dirumah Rahmat Baequni, di kawasan Parakan Saat II, Kecamatan Cisaranten Kota Bandung, sekira pukul sebelas malam kemarin.  ceramah tentang kematian petugas KPPS tersebut menjadi viral,setelah diunggah di twitter oleh akun bernama @narkosun. Dalam video berdurasi 2 menit 20 detik tersebut, Rahmat Baequni menyebut jika 390 orang yang meninggal usai pencoblosan, akibat diracun.

Rahmat Baequni juga menyebut, jika kematian ratusan petugas KPPS, disebabkan oleh kandungan zat racun berupa gas, yang dimasukan ke dalam rokok dan disebar di setiap TPS. Saat ditanya,rahmat baequni mengaku jika dirinya hanya mendapatkan informasi dari orang lain, dan tidak bermaksud untuk menyebarkan berita kebohongan. Meski begitu, apa yang disampaikan oleh rahmat baequni sempat membuat warganet geram dan beramai-ramai melaporkan rahmat baequni ke kepolisian.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 14 ayat 1 dan atau pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia nomor satu tahun 1946,dan pasal 207 KUHP dengan ancaman minimal lima tahun dan maksimal sepuluh tahun penjara. Polisi menghimbau, agar warga masyarakat tidak mudah percaya dengan berita yang tersebar di media sosial, sekalipun yang menginformasikannya adalah orang terkenal.

YUWANA KURNIAWAN, BANDUNG TV.