Disangka Korupsi Kas Bri, Asisten Manager Oprasional Bri Diperiksa Kejati Jabar

39

Asisten Manager Operasional dan layanan kantor  Bank Rakyat Indonesia cabang tambun Kabupaten Bekasi, diperiksa penyidik kejaksaan tinggi Jawa Barat. Pemeriksaan tersebut, terkait dugaan korupsi kas induk, rekening valas dan deposito, yang merugikan negara sebesar tiga belas koma delapan milyar rupiah.

Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, memeriksa  EP, Asisten Manajer operasional dan layanan kantor  BRI cabang Tambun Kabupaten Bekasi, Senin malam.

Usai diperiksa selama lima jam, EP, dengan menggunakan rompi tahanan Kejati Jabar, keluar ruang penyidik dan langsung dibawa ke rumah tahanan Kebon Waru Bandung untuk dilakukan penahanan. Pemeriksaan serta penahanan terhadap EP, dilakukan setelah pihaknya mengantongi dua alat bukti yang cukup.

Dari hasil pemeriksaan, EP diduga melakukan korupsi berupa kas induk sebesar  1,47 milyar rupiah, rekenig valas sebesar 8,83 milyar rupiah, tiga rekening milik nasabah sebesar 3,5 milyar rupiah dan uang dari money changer sebesar 54 juta rupiah.

Uang yang disimpan dimasing masing kas tersebut, diambil secara melawan hukum dengan cara menyalahgunakan wewenang. Penyalahgunaan wewenang tersebut dilakukan EP sejak Agustus 2018 hingga Januari 2019.

Menurut kasipenkum kejati jabar, berdasarkan audit  penyidik  kerugian negara dalam kasus tersebut sebesar 13,8 milyar rupiah.pelaku EP sudah mengembalikan kerugian negara sebesar 1,72 milyar rupiah. kepada penyidik EP mengaku uang 13,8 milyar tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.

EP, dijerat pasal 2 ayat 1 junto pasal 3 junto pasal 8 junto pasal 18, undang undang pemberantasan korupsi. kini e-p sementara ditahan di rutan kebon waru bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut.

YUWANA KURNIAWAN, BANDUNG TV.