Gunakan Konsep Idealisme dan Komersialisme Monumen Koperasi Siap Dibangun di Tasikmalaya

18

BISNIS BANDUNG — Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga mengungkapkan , pihaknya akan merevitalisasi  Monumen Koperasi di Tasikmalaya dengan mengusung konsep idealisme dan komersialisme. Sisi idealismenya yakni pembenahan kawasan untuk menggairahkan kembali iklim perkoperasian di Indonesia, sedangkan konsep komersialismenya akan dibangun hotel berbintang dan mall .

Dijelaskan Puspayoga , dibangunnya hotel berbintang dan mal di kawasan  Tugu Monumen Koperasi Tasikmalaya merupakan wujud dari sinergi antara komersialisme dan idealisme. Kalau komersialisasi saja, tugu koperasi akan hilang dari ranah koperasi. Demikian juga jika idealisme saja, maka kondisinya akan seperti sekarang. “Saya sangat bahagia, di ujung masa tugas saya, akan ada proyek monumental bagi gerakan koperasi. Saya tidak menyangka hasilnya kayak ini, padahal itu cuma diawali dengan obrolan sambil minum kopi,” kata Menkop dalam sambutannya pada Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pusat Koperasi Tasikmalaya dan Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia dalam sebuah acara di Bandung,akhir pekan lalu.

Hadir pada acara itu, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Wakil Wali Kota Tasikmalaya M Yusuf, Sekretaris Kemenkop-UKM Rully Indrawan, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Abdul Kadir Damanik, Deputi Bidang Pembiayaan Yuana Sutyowati, Kadinaskop UKM Jawa Barat Kusmana Hartadji, Ketua Forkom Koperasi Besar Iwan Setiawan, dan Ketua Pusat Koperasi Kabupatan Tasikmalaya (PKKT) Duyeh Suparya.

Dikemukakan Menkop, di banyak negara seperti Selandia Baru, Singapura, Jepang, Inggris , bahkan Amerika Serikat, koperasi sudah menjadi kekuatan ekonomi yang besar. Contoh, koperasi susu di Selandia Baru merupakan koperas susu terbesar , di Singapura ritelnya dikuasasi oleh koperasi , termasuk di AS terdapat sekitar 100 koperasi yang masuk dalam 300 koperasi besar dunia.”Jadi saya tak tahu kenapa di Indonesia seperti ini. Tapi saya yakin ke depan, koperasi kita akan bisa besar dan maju. Ide besar revitalisasi kawasan tugu koperasi ini buktinya,” ujar Menteri seraya menyebut kontribusi PDB koperasi pada 2014 masih sebesar 1,71%, sekarang sudah menjadi 5,1%.

Sedangkan Sekretaris Kementerian Koperasi-UKM Republik Indonesia, Prof.DR.H.Rully Indrawan mengatakan, konsep besar revitalisasi tugu koperasi ini berawal dari keprihatinan Menteri Puspayoga setelah melihat kondisi tugu koperasi di Tasikmalaya beberapa bulan lalu.”Kenapa tempat bersejarah bagi gerakan koperasi itu terlihat memprihatinkan.Awalnya ditawarkan ke swasta, namun sejumlah koperasi besar siap menggarapnya,” jelas Sesmenkop.

Rencananya megaproyek gerakan koperasi ini akan diluncurkan secara resmi di Purwokerto bersamaan dengan puncak peringatan Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli 2019. Menurut Rully , ini adalah sebuah langkah baru bagi lahirnya generasi kedua koperasi setelah para pendiri gerakan koperasi melakukannya di Tasik saat kongres koperasi pertama pada 1947 . Ia berharap revitalisasi tugu koperasi ini akan jadi momentum kebangkitan kembali koperasi di era milenial  dan bisa menjadi gerakan nasional.

Sementara itu Ketua Forkom Koperasi Besar Indonesia, Iwan Setiawan mengatakan,  gerakan koperasi ingin ada sebuah monumen yang bisa dibanggakan dan itu akan menjadi kenyataan setelah sejumlah koperasi besar diajak Menteri Puspayoga mengunjungi tugu koperasi di Tasikmalaya. “Apalagi berdasarkan survei lapangan, Kota Tasikmalaya ini prospektif. Disini sudah ada penerbangan langsung dari Jakarta, hotel berbintang, pusat perbelanjaan dan sebagainya,” kata Iwan

Ia menjelaskan revitalisssi tugu koperasi akan berdiri diatas lahan seluas 9.432 m2 dengan luas bangunan 17.120 m2. Hotel berbintang empat dengan 14 lantai yang akan dilengkapi dengan ruangan museum koperasi indonesia, kantor dan ruang pertemuan, gerai UKM dan kuliner serta pusat oleh-oleh Tasikmalaya.

Tugu koperasi ini terletak di Jlan M Hatta, Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Jalan ini dilintasi kendaraan menuju Ciamis, Cilacap dan Jawa Tengah. Bentuk tugu koperasi yang masih utuh dan cukup terawat. Bentuknya berupa 12 pilar setinggi 3 meter bershaf setengah leter U, mengitari logo koperasi lama berbentuk pohon beringin terbuat dari kuningan. Pilar 12 merupakan simbol tanggal 12 Juli 1947 merupakan hari Koperasi Nasional dan di tempat ini kongres koperasi pertama kali digelar pada tanggal 12-14 Juli 1947. Di samping tugu, tertulis catatan pada sebuah plang : Di sini tempat berlangsungnya kongres koperasi yang pertama, tanggal 12-14 Juli 1947  . Memutuskan 12 Juli sebegai hari Koperasi Indonesia.

Masih di kompeks Tugu koperasi berdiri,  masih beroperasi usaha Pusat Koperasi Kota-Kabupaten Tasikmalaya (KPPT) yang didirikan tahun 1943, 4 tahun sebelum kongres koperasi digelar.

Ketua PKKT (Pusat Koperasi Kabupaten Tasikmalaya ) Diyeh Suparya mengatakan, pada zamannya, PKKT merupakan koperasi terbesar di Tasikmalaya, bahkan di Indonesia. Di zaman keemasannya, diselenggarakan berbagai unit usaha mulau simpan pinjam hingga pabrik tenun. Hingga kini, usaha yang masih berjalan, antara lain unit simpan pinjam, sewa bangunan , pabrik tenun dan penggilingan padi. Hanya saja untuk pabrik tenun, sudah disewakan kepada pihak ketiga, pihak  koperasi hanya menerima biaya sewa.

 Dinas KUK Jabar sebagai Kepala Dinas KUK Provinsi Jawa Barat, Drs Kusmana Hartadji MM siap memfasilitasi  program  revitalisasi tugu koperasi yang diharapkan lebih meningkatkan dan mendorong perekonomian masyarakat Jabar dan nasional pada umumnya. ( E-018)***