CEO Terkaya di Malaysia Rela Pangkas Gajinya Sendiri

87

ORANG terkaya nomor tujuh di Malaysia, Lim Kok Thay, rela mengurangi gajinya sebagai CEO. Ini sebagai respons atas bertambahnya pajak di industri gaming di negaranya.

Dilaporkan Business Insider, keputusan Lim Kok Thay menurunkan 20 perren gajinya disambut baik para pemegang saham dari perusahaan yang ia pimpin: Genting Group dan Genting Malaysia Bhd. Meski demikian, ada yang ingin gajinya turun 50 persen.

Data tahun lalu menyebut upah tahunan Lim Kok Thay mencapai 284,6 juta ringgit atau setara Rp 976 miliar (1 ringgit = Rp 3.431). Gaji itu membuatnya CEO dengan bayaran tertinggi di Malaysia.

Gajinya pun jauh melewati yang didapat bos perusahaan energi di Malaysia. Setelah Lim, CEO dengan gaji tertinggi adalah pemimpin Sapura Energy, Shahril Shamsuddin, yang mendapat 71,9 juta ringgit (Rp 246,7 triliun).

Daftar terkaya Forbes 2019 menyebut Lim Kok Thay adalah orang terkaya nomor 436 di dunia. Ia juga orang terkaya nomor tujuh di Malaysia dengan kekayaan USd 4,4 miliar atau Rp 62,6 triliun (USD 1 = Rp 14.248).

Sebelumnya, The Edge Markets melaporkan pemerintah menaikan pajak pendapatan kotor di sektor judi dan alat permainannya sebanyak 10 persen. Perusahaan Genting yang dipimpin CEO itu aktif di sektor judi dan resor, sehingga terkena imbas kenaikkan pajak.

Kebijakan itu disebut kenaikan pajak kasino pertama dalam 20 tahun terakhir. Sebelumnya, pajak naik pada tahun 1998. Akibat aturan baru ini, pendapatan Genting turun 26 persen . (C-003)***