BSD City Kembangkan Industri Kreatif

14

INDUSTRI kreatif di Indonesia berkembang pesat. Terutama di sektor film animasi dan games. Sayangnya, sektor ini masih belum digarap serius. Peluang inilah yang coba dikelola Grup Sinarmas Land di BSD City, Kabupaten Tangerang.

Group CEO Sinarmas Land Michael Widjaja mengatakan, sedikitnya sudah ada sekitar 20 lebih komunitas kreatif bergabung dengan digital hub. Komunitas- komunitas itu juga terhubung dengan industri digital. “Di BSD ini kita sedang mencoba, get the right bussiness, sehingga bisa bangun komunitas-komunitas ini. Saat ini sudah ada 20-25 komunitas di daerah sini,” kata Michael. Menurut dia, ada banyak per usahaan unicorn di BSD City. Bahkan, tidak lama lagi perusahaan unicorn terbesar di Asia Tenggara juga akan bergabung dan masuk BSD.

“Kita menargetkan perusahaan unicorn, salah satu perusahaan unicorn di Asia Tenggara juga akan masuk ke sini dan mereka tidak bisa sendiri, harus ada di komunitas yang bekerja sama,” ungkapnya. Pembangunan SDM untuk industri 4.0 ini diakuinya sangat penting. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Creative Nest Indonesia, pendidikan nonformal untuk pengembangan bakat di industri kreatif.

“Jadi komunitas itu lebih penting. Karena tujuannya mengajar, menyiapkan SDM, menuju revolusi 4.0, yakni cari duit di Youtube, social media, dan jejaring sosial. Semua itu new industries,” katanya.

Deputi Bidang Infra struktur Bekraf Hari Santoso Sungkari menambahkan, industri kreatif merupakan hal tidak bisa dibendung. Sebaliknya harus dijadikan sebagai tantangan bagi generasi milenial.

“Dalam tiga tahun terakhir, per kembangan industri kreatif sangat pesat. Terutama dalam sektor game digital. Indonesia masuk peringkat ke-16, peminat dan pembuat game terbesar dunia,” katanya.

Sayangnya, banyak komunitas kreatif yang ada tidak bisa menembus industri.

“Dalam tiga sampai lima tahun mendatang di prediksi Indonesia bakal masuk dalam 10 besar dunia. Peringkat ini naik tajam dari 2015. Bukan hanya pemainnya, tetapi juga pembuat gamesnya,” katanya.

Founder & CEO Creative Nest Indonesia Patrick Effen dy menambahkan, Creative Nest Indonesia merupakan sistem pendidikan nonformal yang berangkat dari bentuk keprihatinan dan kepedulian.

“Kami terbentuk dari 2013 lalu. Mimpi kita untuk mengembangkan information technology (IT). Tetapi tidak punya talenta, maka kita dirikan sekolah,” ucapnya. (c-003/Hk)***