Gebrakan 100 Hari  Disnakertrans Jabar

23

Catatan DENADI

ADA yang baru  dalam suasana kepemimpinan di lingkungan  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa-Barat. Tidak semua dinas atau institusi di tingkat provinsi secara sengaja melakukan  refleksi atau evaluasi  100 hari kerja. Akan tetapi bagi Drs.Mochmad Ade Afriandi, MT setelah memimpin Disnakertrans  Jabar genap tiga bulan lebih atau 100  hari, ia  melakukannya dengan penuh khidmat.

Dalam momen  100 hari kerja itu, diundang para  kepala Disnaker kabupaten/Kota se Jabar, para mitra kerja  sebagai organisasi buruh/pekerja dan organisasi pengusaha. Tak ketinggalan pula para awak media ikut terlibat sesuai fungsi dan perannya. Dalam refleksi  itu diinformasikan berbagai  langkah dan program yang telah dilaksanakan.

Esensinya program  itu diorientasikan guna memenuhi Indikator Kinerja Utama  (IKU) Gubernur Jabar 2018-2023  bagi Disnakertrans, yakni berkurangnya tingkat pengangguran dari 8,22 persen pada bulan September 2018  menjadi 7,1 persen  pada Agustus 2023. Saat Februari  2019, tingkat pengangguran  terbuka Jawa Barat  telah menurun menjadi 7,71 persen, namun turunnya  angka tersebut tidak mengubah posisi Jabar sebagai provinsi paling tinggi tingkat penganggurannya.

Pasca  pelantikan, Kadisnakertrans Jabar,  Ade Afriandi melakukan gebrakan langkah awal  dengan secara  intensif menjalankan proses  asesmen  dan diagnosa internal dinas. Prosesnya dimulai melakukan  wawancara, pengecekan fisik sarana, rapat pimpinan, rapat seluruh pegawai serta kunjungan kerja  ke lima UPTD  Pengawasan dan tiga Balai Latihan  Kerja

Dalam rangka mencapai  indikator kerja utama gubernur sekalgus menjawab seluruh tantangan internal, ia pun melalui 100 hari kerja pertamanya telah berhasil merancang tiga program prioritas. Yakni  satu program yang dihasilkan melalui analisa kebutuhan internal dan dua program unggulan provinsi. Program tersebut adalah  Smart Nakertrans, Migran Juara dan Milenial Juara.

Program  smart nakertrans ialah program utama disnakar yang ditujukan guna memberikan pelayanan paripurna bidang ketenaga kerjaan dan transmigrasi. Program ini terdiri atas berbagai kebijakan mendasar, seperti  pembenahan pelayanan penyelesaian sengketa hubungan industrial, pembenahan sistem pengawasan, revitalisasi lembaga kerjasama tripartit dan dewan pengupahan, percepatan kebijakan pengupahan dan reformasi kebijakan pengupahan. Kemudian pembenahan sistem jaminan sosial ketenagakerjaan, membangun  program smart  trans, membangun layanan informasi, mengembangkan  program khusus desa dan prgram DCL (demo creation of labour).

Strategi menyerang

Program migran juara  merupakan unggulan provinsi  dalam periode kepemimpinan 2018-2023. Program tersebut menjadi bagian dari strategi menyerang  Disnakertrans dalam mengurangi tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat. Program ini dirancang dengan skema utama, yakni membangun fisik gedung tujuh tingkat yang nantinya akan dinamakan Jabar Migrant Service Centre. Di samping  dilakukan  restrukturisasi  dan reogranisasi dua bidang (penta dan Lattas).

Keseluruhan  proses itu disebut dengan sistem navigasi migrasi. Dan saat ini aplikasi sistem navigasi telah masuk proses finalisasi.

Jabar migrant  service sentre dengan sistem navigasinya akan merupakan wujud dari program migran juara  yang mengimplementasikan secara akurat, masing-masing tugas dan kewenangan seperti yang diamanatkan oleh UU No 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia.

Sedangkan  program milenial juara bertujuan mempersiapkan Provinsi Jabar  yang akan segera masuk dalam  era internet of Things dan era teknologi 4.0. Ini sejalan dengan para ahli teknologi yang memperkirakan bakal terjadinya pergeseran jenis jabatan kerja yang diakibatkan dari revolusi teknologi berbasis internet.

Selama 100 hari pertama kerja memimpin Dinsnakertrans Jabar sudah  tercatat ratusan kegiatan yang terselenggara, serta berbagai  kebijakan ketenaga kerjaan telah ditetapkan. Jabar juga telah mendapat berbagai penghargaan ketenaga kerjaan seperti penghargaan pengawasan dan penghargaan untuk Gubernur sebagai Pembina K-3 terbaik. Bravo Disnakertrans Jabar!