Kreatifitas Warga Dusun Cidempet Kertas Koran Jadi Perabotan Bernilai Jual

23

BISNIS BANDUNG –  Dengan ide kreatif, hal apapun dapat berubah menjadi sebuah barang yang berharga.Seperti yang dilakukan oleh Iis Risnawati bersama ibu –  ibu warga Dusun Cidempet Desa Cibereyeuh Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang .Di Dusun Cidempet ini,Iis menjadikan limbah kertas sebagai bahan untuk menghasilkan pundi pundi uang dengan menjadikannya sebuah kerajinan tangan.Selain menjadikan kerajinan tangan yang bernilai dan menghsilkan uang,Iis juga bermaksud mengurangi populasi limbah kertas yang ada di sekitar lingkungan rumahnya dengan mengumpulkan limbah kertas  dari tetangganya, semula dihimpun melalui Bank Sampah Kertas  yang dibentuknya , namun karena sesuatu hal Bank Sampah Kertas  tidak berjalan sesuai harapan.

Namun kegiatan atau usaha Iis bersama ibu- ibu lainnya dalam  mengumpilkan limbah kertas tidak terhenti,meskipun bank sampah sudah tidak berjalan lagi. Kini mereka mencari limbah kertas dengan membeli dari warga di kampungnya atau dari  warga desa tetangga yang biasa menyediakan limbah kertas .

Usaha awal ide Iis menjadikan limbah kertas menjadi barang kerajinan yang menghasilkan uang berasal dari kakaknya saat berkunjung ke rumahnya dengan membawa limbah kertas koran yang dibawa kakaknya.  Iis kemudian diajari sang kakak untuk membuat berbagai macam kerajinan dari limbah kertas tersebut.Tidak lama dari proses belajar yang diberikan sang Kakak, tidak lama kemudian Iis sudah mahir dalam membuat berbagai macam kerajinan tangan dari limbah kertas.

Dari membuat box tissue,piring,cangkir,tatakan gelas,guci,vas bunga,dan berbagai macam bentuk lainnya,Iis kerjakan sendiri di rumahnya , hingga menawarkan hasil kerajinannya kepada masyarakat. Awal mula produk buatannya terpromosikan dari mulut ke mulut temannya yang berkunjung ke rumah dan membeli  barang buatannya,  hingga akhirnya Iis banyak menerima pesanan dan  membuka gerai “Saung Koran”.

“Awalnya sih pembuatan kerajinan dari limbah kertas ini hanya mengisi waktu luang saja di rumah, kakak saya yang ngajarinnya, biasanya dilakukan setelah pekerjaan di rumah beres, baru kemudian  saya membuat berbagai macam bentuk kerajinan,mulai dari yang ringan – ringan, seperti wadah minuman air mineral sama box tisu,itupun beberapa kali gagal karena butuh kesabaran dan ketelitian,stetelah beberapa kali mencoba dan berhasil barulah saya coba bentuk lainnya dengan bahan yang sama,’’tutur Iis , Sabtu (29/6/19) di  Dusun Cidempet .

Dalam membuat kerajinan tangan dari limbah kertas ini,Iis dibantu oleh ibu-  ibu tetangga sekitar rumahnya, yang ingin menambah penghasilan tambahan,itupun tidak semua bisa membuat kerajinan . Sebab itu , akhirnya Iis membagi beberapa kelompok kerja agar pekerjaannya tidak acak acakan. Dimulai dari yang mengumpulkan bahan,memilih bahan,memotong bahan dengan berbagai ukuran yang diperlukan,hingga finishing dan pengepakan barang untuk dikirimkan ke pihak pemesan.

“Sekarang saya dibantu ibu- ibu sini yang pingin belajar dan menambah penghasilan,meski tidak semua  ibu ibu bisa membuat kerajinan , hingga dibagi tugas  biar kebagian kerjaan semuanya dan mungkin dalam memberikan upah atau uang saku juga rata, ya cukuplah bagi mereka untuk nambah- nambah buat beli kopi ,’’ujarnya.

Dalam sehari Iis bisa membuat tiga sampai lima pesanan kerajinan , tergantung dari pesanan dan ukurannya . Soal harga dimulai Rp 10.000 – Rp 150.000.  Harga jual disesuaikan dengan ukuran dan tingkat kesulitan dalam pembuatannya.

Kerajinan tangan dari limbah kertas ini dijual dan banyak dipesan konsumen dari  Sumedang dan sekitarnya  , Bogor,Bandung dan kota lain, bahkan sampai ke Jepang  berupa  Guci.

Iis berniat membesarkan nama ”Saung Koran” untuk menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya bagi warga desanya, selain untuk mengurangi populasi pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah kertas . (E- 010) ***