Usia Kendaraan Umum Maupun Pribadi Tidak Lebih Dari 10 Tahun

10521

Rencana pembatasan usia kendaraan  kembali meruak menimbulkan  pro dan kontra kalangan masyarakat. Timbul pertanyaan, bagaimana kalau mobil sudah renta tetapi emisinya baik? Lalu, bagaimana kalau mobil itu adalah mobil satu-satunya yang mampu dibeli si pemilik?

Dijelaskan Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan, mobil tua jadi penyumbang besar polusi udara karena umumnya mobil jenis ini mengeluarkan emisi lebih banyak.

Kalau pemilik mobil tua masih mau mobilnya lalu lalang di jalanan, Kemenperin mengusulkan adanya tarif pajak khusus buat kendaraan tersebut. Sebab, mobil-mobil tua memang umumnya menghasilkan CO2 lebih banyak  mencemari udara.

Kebijakan pembatasan usia kendaraan sendiri sebenarnya sudah diterapkan di negara lain, contohnya Singapura. Selain buat menekan angka polusi udara, kebijakan ini biasanya ditujukan buat mengurangi jumlah mobil di jalanan dan dituduh jadi biang kemacetan.

Sedangkan menurut Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, pemberlakuan kebijakan ini masih jauh ,i masih terus berproses. Soal pembatasan usia kendaraan  yang dimaksud adalah yang beroperasi di kota-kota besar. Jadi bukan menyangkut masalah akan mengurangi penjualan mobil atau motor.

Sebagai contoh, warga negara Singapura lebih banyak menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki. Mereka justru agak malas menggunakan mobil sendiri karena jika salah sedikit saja di jalan raya akan langsung ditilang. Denda tilangnya  cukup besar dan memberikan efek jera.

Misalnya, sekadar aturan kecepatan mobil saja jika dilanggar, pengemudi akan langsung ditilang. Pajak bagi pemilik mobil pribadi juga ditanggungkan dengan harga yang sangat tinggi, sehingga mereka merasa cukup punya satu mobil saja. Tidak hanya pajak, bayar parkir bagi mobil juga dikenakan harga yang cukup mahal. Sehingga aturan-aturan tegas di sana yang membuat masyarakatnya jadi malas punya mobil .

Satu hal lagi yang membuat warga Singapura lebih memilih naik transportasi umum adalah kondisi transportasi umum yang nyaman, murah, dan mudah dijangkau. Jika di Jakarta ingin diterapkan aturan-aturan seperti pembatasan usia kendaraan, harus diiringi transportasi umum yang aman dan nyaman juga.

Rencana pembatasan usia kendaraan tersebut pernah disampaikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 2015 lalu. Pemprov DKI saat itu mengusulkan perubahan Perda No 5 tahun 2014 tentang Transportasi.

Pasal 51 dalam Perda tersebut menyebutkan,  masa pakai kendaraan bermotor umum dibatasi dengan ketentuan tertentu. Misalnya, mobil bus besar dan sedang paling lama 10 tahun , taksi  tujuh tahun. Waktu untuk melakukan peremajaan  dapat diperpanjang paling lama 6 (enam) bulan sepanjang kondisi kendaraan masih laik jalan.

Dalam peraturan itu dijelaskan,  bahwa usia kendaraan angkutan umum dibatasi 10 tahun.  Termasuk usia kendaraan pribadi juga tidak boleh berusia di atas 10 tahun.

Budi menambahkan, pembatasan usia kendaraan pribadi merupakan bagian dari manajemen produksi yang harus dilakukan sebuah negara. Terlebih, Indonesia sedang berbenah meningkatkan kualitas angkutan umum dan membangun infrastruktur transportasi massal.

“Jika penggunaan kendaraan pribadi tidak dibatasi, angkutan massal yang telah dibangun akan percuma. Artinya, pemerintah ke depan harus membuat manajemen lalu lintas pembatasan kendaraan pribadi di wilayah masing-masing,” ujar Budi menambahkan. (E-002)***