KELUARGA DESAK POLISI SEGERA UNGKAP KASUS KEMATIAN FAJAR MAULANA

7

Kematian Fajar Maulana, remaja 14 tahun pada bulan September 2018 lalu,masih menjadi luka mendalam bagi keluarga yang di tinggalkan. Terlebih,hingga kini, pihak Kepolisian Sektor Sukasari Kota Bandung, belum mampu mengungkap kasus kematian fajar. Menurut pengakuan pihak keluarga, korban meninggal akibatkan adanya tindak kekerasan.

Solihin, ayah dari almarhum Fajar Maulana, remaja 14 tahun yang tewas pada bulan September 2018 lalu, masih memendam luka mendalam,atas kasus kematian anaknya yang hingga kini belum terungkap.

Kasus kematian fajar,berawal ketika Fajar dan dua rekan nya keluar dari rumah pada Sabtu malam, delapan September 2018. pada Minggu dini hari, korban Fajar ditemukan tergeletak di kawasan Dangdeur, Setrasari, Kota Bandung.

Setelah dilarikan ke rumah sakit, Fajar dinyatakan meninggal dunia pada Minggu malam, sembilan September 2018, di karenakan pecah tempurung kepala,yang di akibatkan benturan benda tumpul.

Pihak orang tua korban pun, langsung melaporkan kasus kematian anaknya yang dirasa janggal, ke kantor polisi Sektor Sukasari Kota Bandung. Namun hingga kini,setelah sembilan bulan lamanya, pihak kepolisian belum mampu mengungkap kasus kematian anaknya tersebut.

Pihak keluarga pun berharap petugas kepolisian segera mengungkap kasus kematian anaknya, mengingat saksi dan alat bukti berupa rekaman cctv dan rekam digital yang mengarah kepada pelaku,sudah dikantongi pihak kepolisian.

YUWANA KURNIAWAN, BANDUNG TV.