Maskapai Asing Masuk Domestik?

4

POLEMIK mahalnya  harga tiket  pesawat dalam negeri sempat riuh. Orang  membandingkan  mengapa tarif pesawat  ke luar negeri jauh lebih murah ketimbang di dalam negeri,  maka reaksi pun bermunculan sebagai rasa  peduli dan tanggung jawab  atas kehendak terwujudnya  suasana  nyaman  penerbangan domestik.

Bahkan, Presiden  Republik Indonesia, Joko Widodo  sempat melemparkan  ide agar maskapai asing  bisa beroperasi di dalam negeri.  Tak   lama kemudian ,  Wakil Presiden Jusuf  Kalla  memberikan  komentar tidak sependapat  jika  maskapai asing diizinkan  beroperasi di dalam negeri.

Wacana untuk membuka pintu  atas  maskapai asing  itu  disampaikan  belum lama ini oleh Menteri Perhubungan Budi Karya.  Rasanya lumrah   gagasan  itu muncul sebagai respons  dalam rangka  mengakhiri problem mahalnya harga tiket pesawat. Lebih-lebih saat suasana menjelang liburan  panjang pada hari-hari tertentu, tarif pesawat melambung tinggi.

Ya, intinya  pemerintah memberi saran  demi terciptanya satu kompetisi yang lebih baik. Artinya  kompetisi bisa terjadi apabila penerbangan asing ikut di dalamnya. Sebab selama ini serangkaian usaha yang dilakukan tidak mampu  mengendalikan harga  tiket pesawat  rute  dalam negeri.

Dalam wacana itu  mengemuka bahwa  nantinya maskapai asing harus bekerjasama dengan entitas bisnis lokal. Syaratnya, perusahaan asing tersebut harus memuat 51% kepemilikan oleh orang lokal. Maskapai luar negeri juga diarahkan untuk beroperasi di rute-rute domestik perintis, bukan di rute-rute ‘gemuk’ saja.

Undangan ke maskapai asing  melayani rute domestik ini bakal diterapkan secara bertahap.  Dengan harapan  persaingan sehat akan terbentuk di industri penerbangan. Pertanyaannya mampukah   kehadiran maskapai asing bakal menekan harga tiket pesawat di dalam negeri?

Sda pihak jua yang menyoroti  bahwa  dari sisi kedaulatan negara, pembukaan pintu bagi maskapai asing sama saja dengan menggadaikan kedaulatan negara.  Lihat saja negara dengan ekonomi liberal, semisal  Amerika Serikat (AS) tidak mengizinkan maskapai asing melayani rute domestiknya.

Masuknya maskapai asing ke rute domestik bukan solusi untuk mewujudkan harga tiket yang lebih murah. Maskapai asing berpotensi kalah saing di angkasa melawan perusahaan dalam negeri. Nah!

Demikian  unek-unek saya. Kepada redaksi, terima kasih atas dimuatnya,  dan semoga menjadi perhatian yang berwenang.

Dada Balya, Cijerah Bandung