Rosemary Kembali Terseret ke Pengadilan Musik

10

Bagi para pecinta musik Skatepunk di Indonesia patut bergembira, terutamanya untuk  para WARS (We Are Skaterpunkers – sapaan fans Rosemary). Lebih dari dua dekade berkarir di dunia musik, pencapaian yang ditorehkan oleh Rosemary terbilang cukup banyak,  salah satunya dengan perilisan album terbaru berjudul Letter To Friends, di dalamnya terdapat sebuah single berjudul “Come On” yang sudah dirilis beberapa waktu lalu. Suka atau tidak membuat Rosemary mendapat perhatian dan apresiasi dari khalayak banyak, tak terkecuali Jaksa Penuntut Budi Dalton dan Pidi Baiq yang membuat band ini identik dengan skateboard yang dijadikan terdakwa di DCDC Pengadilan Musik edisi ke-33, setelah sebelumnya pernah merasakan kursi panas pengadilan pada tahun 2016 lalu. Tema yang diangkat dalam single “Come On”  berangkat dari relevansi antara manusia dan kehidupannya, sesuai dengan apa yang terjadi sehari-hari dan dilihat dari sudut pandang Rosemary, materinya diracik dalam durasi yang cukup panjang,  selama enam menit. Mereka harus mampu bertahan dalam mempertanggungjawabkan karya-karya yang sudah dihasilkan selama ini, di DCDC Pengadilan Musik yang telah berlangsung pada hari Sabtu, 29 Juni 2019 di Kantinnasion Rumah The Panas Dalam, Jalan Ambon kota Bandung. Selain diadili oleh dua Jaksa Penuntut yakni Budi Dalton dan Pidi Baiq, mereka juga didukung kursi pembela yang ditempati oleh Yoga (PHB) dan Ruly Cikapundung. Sedangkan, Hakim adalah Man (Jasad) dan Sonny Bebek sebagai Panitera.

Tubagus Akmal selaku perwakilan pihak ATAP Promotions menyebut , untuk jilid ke-33 terdakwanya adalah Rosemary  yang saat ini sedang meluncurkan single terbarunya. Mereka diminta untuk menceritakan dan memberitahukan kepada khalayak tentang perjalanan single terbarunya.

Sigit Prasetyo Wibowo selaku Brand Djarum Coklat mengatakan, pihaknyaa memandang event  Pengadilan Musik ini  memfollow up respon dari fansbase dari band yang kita adili, kalau semakin hari respon media DCDC positif, banyak permintaan-permintaan untuk mengadili band-band yang direquest oleh para fansnya. Sigit menambahkan, ke depannya semoga makin banyak pemusik yang memiliki karya-karya besar yang bisa diadili dan mendapat respon terhadap pengadilan musik di Indonesia.

Sementara itu, secara musikalitas grup band Rosemary tetap mempertahankan karakter musik yang sudah mereka bangun dengan tetap memainkan musik upbeat berbasis punk yang catchy, lengkap dengan bunyi nyaring khas terompet yang menjadi unsur wajib lagu-lagu Rosemary, juga tetap dengan kombinasi dua vokalnya , yaknii Gatot dan Ink. Khusus pada single “Come On”, mereka dibantu oleh Kevin Rinaldi yang mengeksekusi permainan piano yang bisa  disimak sampai akhir lagu. Sehingga mengundang antusiasme dari WARS (We Are Skatepunkers – sebutan untuk penggemar Rosemary) yang sudah lama menantikan karya baru dari Rosemary . (E- 009) ***