Kemilau Bisnis Boks Display LED

37

DI era digital, media promosi pun mulai mengikuti tren. Kalau dulu orang mengunakan spanduk, poster, bahkan brosur untuk promosi, kini semakin banyak usaha menggunakan panel pajangan lampu light-emitting diode (LED) atau lebih dikenal dengan displai LED.

Panel displai LED biasanya terdiri atas lampu-lampu LED yang disetel mulai dari teks berjalan hingga gambar-gambar aneka warna. LED pajangan menjadi sarana promosi dan informasi terkait produk, jasa, dan kegiatan lainnya. Selain praktis, materinya juga lebih bisa diubah dengan mudah.

Tren permintaan itu pula yang dimanfaatkan oleh sejumlah pelaku usaha untuk menawarkan jasa perakitan boks pajangan lampu LED dengan konsep tulisan berjalan (running text). Herry Kiswanto salah satunya. Dengan bendera usaha HK Salatiga LED, pria berusia 30 tahun ini telah menekuni usaha pembuatan boks LED yang bisa menyajikan teks berjalan sejak tahun 2016 di Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Alasan Herry terjun ke bisnis pembuatan panel dan displai LED, salah satunya karena melihat prospek usaha ini yang terbilang masih cerah. Displai LED dia nilai efektif menginformasikan maksud dan tujuan si pengguna kepada audien yang jadi targetnya.

Dibantu enam orang pegawai, Herry lebih fokus memproduksi LED tulisan berjalan ukuran besar atau dengan panjang boks minimal 2 meter persegi. “Saya lebih fokus ke produksi displai LED ukuran besar yang jarang pemainnya,” ungkap Herry.

Kendati demikian, dia juga melayani pembuatan boks dengan ukuran panjang kurang dari 2 meter persegi. Untuk ukuran terkecil dengan panjang 2 meter, Herry memproduksi boks tulisan berjalan dimensi tinggi 20 centimeter (cm) x panjang 200 cm dan ketebalan 10 cm. Ada pula boks dengan dimensi 20 cm x 300 cm, 40 cm x 200 cm dan 57 cm x 233 cm dengan ketebalan 10 cm.

Menurut Herry, ukuran paling besar tergantung permintaan pelanggan. Ada boks running text yang ukuran panjang 800 cm x tinggi 40 cm dan tebal 10 cm. “Pelanggan juga maunya boks displai untuk di luar ruangan (outdoor) atau di dalam ruangan (indoor),” katanya.

Tarif jasa pembuatan boks LED pajangan tulisan berjalan yang dibanderol Herry disesuaikan ukuran, warna, karakter, dan bahan baku frame (bingkai). Ambil contoh, pelanggan yang memesan boks tulisan berjalan dengan pilihan satu warna, misalnya merah, kudu membayar Rp 370.000 per panel displai LED.

Tarif jasa perakitan

Sementara jika pilihan warnanya selain merah, misalnya biru, hijau atau putih, harganya sekitar Rp 470.000 per panel. Adapun boks tulisan berjalan full colour, tarifnya sekitar Rp 700.000 per panel. Asal Anda tahu, tampilan layar dislai LED dalam ruang dan luar ruang merupakan gabungan dari beberapa panel LED.

Sebenarnya, ada faktor lain yang ikut menentukan harga, yakni jarak antara piksel (pixel atau P) lampu LED. Piksel adalah titik lampu displai LED. Ada tiga ukuran piksel LED, yakni P 5, P 8, dan P 10. Ukuran P 5 artinya jarak piksel sekitar 5 milimeter dan seterusnya. Semakin rapat jarak piksel LED, maka akan semakin mahal harganya. Sebab, piksel yang semakin rapat membutuhkan banyak lampu LED.

Herry mengaku, dalam sebulan bisa memproduksi sekitar 20 unit boks tulisan berjalan. Jika dengan hitungan tarif pembuatan boks ukuran terkecil dibanderol Rp 2,35 juta per unit, maka dalam sebulan omzet usaha yang bisa dipetik Herry minimal Rp 47 juta. “Margin usahanya sekitar 30%,” tutur Herry.

Menurut Herry, sebagian besar pelanggan HK Salatiga LED adalah para pemilik toko elektronik, pedagang di mal, hotel, dan instansi pemerintah. Pelanggannya berasal dari berbagai kota besar di Jawa seperti Salatiga, Solo, Semarang, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung.

Besarnya potensi usaha pembuatan boks LED tulisan berjalan dengan dimensi panjang 2 meter persegi juga menarik minat Sinar LED untuk terjun ke bisnis ini. Menurut Dessy Wulansari, Manager Marketing Sinar LED, untuk boks ukuran 2 m, perusahaannya melayani pembuatan displai tulisan berjalan dengan dimensi 16 cm (tinggi) x 192 cm (panjang) dengan ketebalan 10 cm. Ukuran medium 32 cm x 256 cm dan boks ukuran terbesar yang pernah dibuat Sinar LED ialah 400 (tinggi) cm x 600 cm (panjang).

Dessy menuturkan, tarif jasa pembuatan boks tulisan berjalan untuk warna merah dipatok Rp 450.000 per panel displai LED. Sedangkan warna lain lebih mahal Rp 50.000 dari warna merah. “Waktu pengerjaan satu unit boks teks berjalan rata-rata 1 hari sudah selesai,” ujarnya.

Menurut Dessy, dalam sebulan, Sinar LED bisa memproduksi sekitar 15 unit boks displai dengan ukuran minimal 2 meter persegi. “Omzet usaha ada di kisaran Rp 50 juta sampai 100 juta per bulan,” imbuh dia

Bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis pembuatan boks tulisan berjalan, enggak ada salahnya mencoba. Hanya saja, yang patut Anda ketahui, kompetisi di bisnis ini sudah terbilang ketat. Itu sebabnya, tak semua pemain mampu memproduksi displai boks tulisan berjalan dimensi 2 m melebihi 10 unit per bulan.

Paling tidak hal ini dialami oleh Handoko, produsen boks displai tulisan berjalan asal Cijantung, Jakarta Timur dan Purwo Nugroho, produsen asal kota Malang, Jawa Timur. Dalam sebulan, Purwo hanya mampu memproduksi 5 unit boks tulisan berjalan ukuran 2 m. Selebihnya adalah boks dengan diameter ukuran di bawahnya. “Kalau untuk boks displai ukuran di bawah 2 m bisa terjual 20 unit per bulan,” ungkapnya.

Untuk itu, Purwo menambahakan, ada sejumlah hal yang harus Anda siapkan sebelum terjun ke bisnis pembuatan boks displai. Di antaranya, modal dana untuk membeli bahan baku. Kata Purwo, bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat boks displai, antara lain, modul LED. Modul LED adalah komponen utama yang digunakan, karena modul LED ini berfungsi sebagai displai pada teks berjalan.

Selain itu, perangkat controller running text untuk mendukung tampilan warna. Lalu, ada unit power supply untuk mendukung lampu LED berfungsi dan menyala dengan baik. Ada pula kabel data LED untuk menghubungkan modul LED dengan alat kontrol. Bahan baku lainnya adalah aluminium untuk bingkai boks teks berjalan.

Sebenarnya, harga bahan baku untuk memproduksi panel dan konten LED displai terbilang terjangkau. Contohnya, bahan baku berupa modul LED displai di pasaran harganya hanya Rp 120.000 per panel.

Bahan baku masih impor

Cuma, mencari modul LED displai tidak mudah. Maklum, sebagian besar modul LED masih diimpor dari luar negeri, terutama China. Saat ini belum ada pabrikan di dalam negeri yang memproduksi modul LED. Makanya stok barang sebagian besar masih dari impor. “Sebenarnya kami bisa merakit modul, tapi biayanya tidak efisien. Bisa dua kali lipat dari harga produk impor,” beber Dessy.

Nah, jika memiliki mitra distributor langsung dari China, produsen boks displai bisa mendapatkan harga modul LED lebih murah ketimbang yang sudah beredar di pasar dalam negeri.

Jadi, jangan heran, jika para produsen boks displai harus memburu bahan baku modul LED hingga ke luar kota asal. Kami harus mencari modul hingga ke Jakarta, jika stoknya tidak tersedia di Bandung, ungkap Lukman Hakim, produsen boks displai tulisan berjalan asal Bandung, Jawa Barat.

Selain modal membeli bahan baku, Anda juga harus merogoh kocek untuk investasi peralatan merakit boks displai. Peralatan yang dibutuhkan, antara lain, mesin pemotong aluminium yang harganya sekitar Rp 4 juta, gerinda Rp 500.000, dan bor listrik Rp 500.000 dan peralatan lainnya seperti tang dan obeng.

Bukan cuma modal yang perlu Anda siapkan. Untuk menekuni bisnis ini, menurut Handoko, Anda harus memiliki skill atau keahlian di bidang elektronik. Sebab, kesuksesan bisnis ini bergantung pada tampilan pajangan LED yang Anda produksi. “Anda harus punya hobi elektronik untuk bisa merakit dan harus memahami software dan hardware komputer,” kata ayah lima orang anak ini.

Bukan cuma itu, kendala lain yang kerap dihadapi para produsen yakni inkonsistensi pihak pelanggan. Menurut Lukman, boks displai dimensi lebih dari 2 m biasanya dipesan pelanggan korporat. Persoalannya, seringkali yang memesan adalah pihak perantara (broker). “Ketika pesanan sudah dibuat ternyata batal dibayar karena tidak jadi dibeli, itu bisa jadi risiko,” imbuhnya.

Sama seperti Purwo dan Handoko, Lukman juga cuma menerima pesanan produksi boks tulisan berjalan ukuran 2 m tidak lebih dari 10 unit per bulan dengan omzet berkisar Rp 20 juta-Rp 30 juta.

Tentu, untuk bisa menggenjot penjualan boks displai, Anda harus memasang strategi pemasaran. Contoh seperti yang dilakukan Herry. Ia mengandalkan jalur pemasaran daring (online) untuk menjaring pelanggannya.

Selain melalui website usaha, Herry juga membuka toko online di empat platform e-commerce, yakni Bukalapak, Tokopedia, Lazada, dan Shopee. “Setiap bulan, saya membayar biaya promosi Rp 2 juta di empat lapak itu,” kata Herry.

Nah, bila Anda telah siap secara modal dan mental, selanjutnya adalah tinggal mencoba melakukan proses produksi. Menurut Purwo, secara garis besar proses membuat boks tulisan berjalan bisa dibagi menjadi dua, yaitu proses perakitan dan proses pemrograman.

Proses perakitan merupakan proses instalasi kabel antara modul LED, controller, dan power supply. Sedangkan proses pemrograman berupa proses konfigurasi software dan editing gambar atau logo yang akan ditampilkan.

Tahapannya, kata Purwo, Anda harus merakit kabel sesuai arah data dan kabel positif-negatif terlebih dahulu. Lalu, rakit modul ke pangkon chase dan dikunci dengan skrup atau mur, lalu rakit controller ke modul dan power supply. Setelah itu, sambungkan kabel listrik dengan benar. Terakhir, nyalakan komponen yang telah dirakit, kemudian setting program sesuai ukuran dan konten tulisan ke unit panel displai.

Tenaga Marketing Jadi Kunci

Di era digital seperti saat ini, media promosi dan informasi tak lagi mengandalkan pola konvensional seperti spanduk maupun banner yang sekadar menampilkan tulisan. Saat ini, media informasi dan promosi yang tengah digandrungi oleh masyarakat di tanah air adalah LED display berisi tulisan berjalan (running text) alias moving LED.

Bisa dimaklumi kenapa LED display disukai sebagai media promosi. Alasannya, media seperti banner dan spanduk sifatnya non permanen atau tidak mampu bertahan lama dan cepat mengalami kerusakan. Berbeda dengan LED tulisan berjalan yang sifatnya semi permanen dan isinya dapat diubah sesuai kebutuhan atau selera penggunya.

Namun begitu, bukan berarti bisnis ini benar-benar menjanjikan bagi Anda yang ingin coba-coba. Sebab, menurut Yuswohady, pengamat usaha dan pemasaran, bisnis ini juga rentan berisiko. Alasannya, persaingan bisnis ini sudah semakin ketat.

Jika salah menerapkan strategi, bukan mustahil usaha ini bakal gulung tikar dengan cepat. “Karena segmen bisnis ini tidak fokus kepada segmen korporat besar, tapi lebih kepada pelaku usaha perorangan,” ujarnya.

Karena itu, untuk bisa terus bertahan di bisnis ini, pelaku harus punya strategi pemasaran yang jitu. Dan, hal terpenting yang harus dilakukan oleh pebisnis LED display adalah memetakan segmen pasar yang dituju.

Misalnya dalam satu kawasan niaga ada 500 pertokoan. Nah, Anda harus memetakan toko mana saja yang membutuhkan jasa LED display. Jadi harus di-mapping dan disambangi satu per satu pemilik tokonya, siapa saja yang butuh panel LED display. “Di sini peran seorang salesman dibutuhkan,” tandas Yuswohady. (C-003/BBS)***